IHSG Menguat dan Dorong Sejumlah Saham Melonjak Hingga 34%

IHSG Ditutup Naik dan Mencerminkan Perbaikan Sentimen Pasar
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (9/4/2026) di zona hijau setelah menguat 28,38 poin atau 0,39% ke level 7.307,5. Kenaikan ini mencerminkan membaiknya sentimen pasar di tengah dinamika global dan domestik.
Seiring dengan penguatan tersebut, aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp16,84 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26,8 miliar saham dan frekuensi transaksi menembus 2,2 juta kali. Selain itu, sebanyak 296 saham mencatatkan kenaikan, sementara 389 saham melemah dan 273 saham bergerak stagnan.
Sektor Konsumen Primer Pimpin Penguatan dan Dorong Indeks
Seluruh sektor saham turut berkontribusi terhadap penguatan IHSG pada penutupan perdagangan. Sektor barang konsumen primer mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,99%, sehingga menjadi pendorong utama indeks.
Selanjutnya, sektor energi menguat 1,82% dan diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,58%. Sektor barang baku juga naik 0,28%, sementara sektor teknologi dan transportasi masing-masing menguat 0,17% dan 0,01%.
Namun demikian, sejumlah sektor masih mengalami tekanan. Sektor keuangan terkoreksi 1,23%, diikuti sektor perindustrian sebesar 0,69%. Selain itu, sektor barang konsumen non-primer melemah 0,58%, sektor properti turun 0,46%, dan sektor kesehatan terkoreksi 0,3%.
Saham-Saham Tertentu Melonjak Tinggi dan Berikan Cuan Besar
Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan dan memberikan keuntungan besar bagi investor. Saham-saham seperti PEGE hingga MSIN mencatat kenaikan harga yang cukup tajam, berkisar antara 24% hingga 34% dalam satu hari perdagangan.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya minat beli yang kuat pada saham-saham tertentu, sekaligus mencerminkan peluang cuan di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif.
Analis Melihat IHSG Berpotensi Lanjut Menguat dengan Catatan Risiko
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai penguatan IHSG saat ini menjadi indikasi awal perbaikan tren pasar. Meski demikian, ia menekankan perlunya konfirmasi lanjutan untuk memastikan tren tersebut berlanjut secara konsisten.
Ia menjelaskan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas level 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, ia juga mengingatkan bahwa potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai setelah kenaikan yang cukup tajam.
Lebih lanjut, ia menyebutkan level support IHSG kini berada di kisaran 7.117, sedangkan resistance berikutnya berada pada level 7.400. Di sisi lain, investor juga perlu mencermati risiko struktural seperti peningkatan defisit APBN hingga 0,9% terhadap PDB serta ketidakpastian geopolitik global.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pelaku pasar tetap diharapkan bersikap selektif dalam mengambil keputusan investasi di tengah peluang dan risiko yang ada.
