IHSG Bergerak Menguat dan Berpeluang Menuju Level 7.400

Analis Menilai IHSG Menembus Resistance dan Membuka Tren Positif
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi II perdagangan Kamis (9/4/2026) dengan bergerak di kisaran level 7.300. Pergerakan ini menunjukkan momentum positif setelah indeks berhasil melewati area resistance sebelumnya.
Dari sisi teknikal, IHSG telah menembus rentang resistance di level 7.117 hingga 7.222. Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai penembusan ini menjadi sinyal awal perbaikan tren pasar, meskipun konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutannya.
Ia menegaskan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas level 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun demikian, ia juga mengingatkan potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi setelah kenaikan yang cukup signifikan.
Pelaku Pasar Mencermati Risiko dan Level Teknis Penting
Seiring dengan penguatan tersebut, analis menetapkan level support baru IHSG di kisaran 7.117. Sementara itu, target resistance berikutnya berada di area 7.400 yang menjadi level psikologis penting bagi pelaku pasar.
Di tengah optimisme tersebut, Nafan menilai investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko struktural yang masih membayangi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya defisit APBN yang mencapai 0,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Selain itu, ketidakpastian geopolitik global juga masih menjadi faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham domestik. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Sentimen Global dan MSCI Berpotensi Mendorong Arus Dana Asing
Lebih lanjut, pasar juga menantikan hasil review MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026. Agenda tersebut diperkirakan akan menjadi katalis penting dalam menentukan arah aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
Sementara itu, penguatan IHSG saat ini turut dipengaruhi oleh sentimen positif dari pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan terakhir. Kondisi tersebut mendorong penguatan pasar regional sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan sentimen global tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.400, meskipun tetap dibayangi risiko koreksi jangka pendek
