IHSG Melonjak pada Sesi Pertama dan Mengangkat Saham Emiten Konglomerat

IHSG Menembus Level 9.000 di Tengah Ramainya Transaksi
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan kembali mencatat penguatan solid pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG melonjak 0,89% atau bertambah 79,91 poin ke level 9.028,22, sekaligus mempertahankan posisi di atas ambang psikologis 9.000 yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Penguatan indeks berlangsung seiring meningkatnya aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 445 saham bergerak naik, 219 saham melemah, dan 142 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp16,52 triliun dengan volume perdagangan 39,25 miliar saham dalam 1,96 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun meningkat hingga menyentuh Rp16.445 triliun.
Investor Mengincar Saham Komoditas dan Emiten Berkapitalisasi Besar
Minat beli investor terpantau terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya emiten berbasis komoditas. Enam saham yang paling aktif diperdagangkan meliputi Bumi Resources, Aneka Tambang, GoTo Gojek Tokopedia, Merdeka Battery Materials, Archi Indonesia, dan Darma Henwa. Total nilai transaksi pada saham-saham tersebut menembus Rp11,38 triliun atau mewakili lebih dari dua pertiga total perdagangan sesi pertama.
Saham BUMI menguat 3,94% ke level 422, ANTM naik 5,41% ke 4.090, sementara GOTO menguat 5,97% ke level 71 per saham. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek sektor komoditas di tengah dinamika pasar global.
Saham Konglomerat Menopang Kinerja Indeks
Selain saham komoditas, saham-saham emiten konglomerat turut menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Emiten Grup Barito, Grup Sinar Mas, serta Grup Bakrie tampil dominan setelah sebelumnya mengalami volatilitas dalam dua hari perdagangan terakhir. Dukungan dari saham-saham tersebut membantu menjaga momentum penguatan indeks di tengah fluktuasi sektor lainnya.
Secara sektoral, mayoritas sektor perdagangan bergerak di zona hijau. Sektor infrastruktur dan konsumer non primer mencatat apresiasi terbesar, sementara sektor properti dan finansial menjadi dua sektor yang masih mengalami koreksi pada sesi pertama.
Sentimen Global dan Domestik Mengiringi Pergerakan Pasar
Dari eksternal, bursa Asia dibuka bervariasi meski indeks Nikkei 225 Jepang kembali mencetak rekor tertinggi di tengah sentimen politik pemilu. Dari dalam negeri, rencana pemerintah menyiapkan insentif transportasi untuk mudik Lebaran 2026 turut menjaga optimisme pasar terhadap prospek konsumsi dan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua.
