IHSG Bergerak Sideways di Tengah Ketidakpastian Pasar Jelang Lebaran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang libur panjang Lebaran. Kondisi pasar yang belum stabil membuat pelaku pasar cenderung menahan transaksi sambil menunggu kepastian arah sentimen global dan domestik.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 16 Maret 2026, IHSG ditutup melemah 1,61% ke level 7.022. Meski demikian, tekanan yang terjadi di awal sesi mulai mereda menjelang penutupan perdagangan, seiring penguatan sejumlah saham berbasis emas.
Saham Emas Mendorong Perbaikan IHSG Menjelang Penutupan
Penguatan saham-saham emas seperti PSAB, ARCI, dan EMAS berhasil menahan penurunan indeks di akhir sesi. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif setelah saham-saham tersebut masuk ke dalam indeks global junior gold miners.
Momentum tersebut memberikan dorongan bagi IHSG untuk mengurangi tekanan, meskipun secara keseluruhan indeks masih berakhir di zona merah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sektor tertentu tetap mampu memberikan penopang di tengah pasar yang bergejolak.
Analis Menentukan Level Kunci IHSG untuk Pergerakan Selanjutnya
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas dengan support di level 7.000 dan resistance di 7.100. Level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi jangka pendek.
Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.000, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka. Namun, jika level tersebut ditembus, indeks berisiko melanjutkan koreksi ke level yang lebih rendah.
Sentimen Global dan Kebijakan Moneter Menahan Pergerakan IHSG
Sejumlah faktor eksternal masih membayangi pergerakan pasar. Kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah terus memicu ketidakpastian, sementara investor juga menunggu arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan tetap di level 4,75%.
Di sisi lain, indeks bursa Wall Street menunjukkan penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 0,83% ke level 46.946,4, S&P 500 menguat 1,01% ke 6.699,3, dan Nasdaq naik 1,22% ke 22.374,1. Penguatan ini memberikan sentimen positif, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong IHSG keluar dari tekanan.
Analis Merekomendasikan Tiga Saham untuk Strategi Trading Harian
Di tengah kondisi pasar yang cenderung sideways, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek, yakni TAPG, ARCI, dan BUKA.
Rekomendasi ini mencerminkan peluang yang masih tersedia bagi investor yang mampu memanfaatkan pergerakan terbatas pasar. Dengan pendekatan selektif, pelaku pasar tetap dapat mengoptimalkan potensi keuntungan meskipun IHSG belum menunjukkan tren penguatan yang solid.
