IHSG Menembus Level 9.000 dan Menguat Berkat Dorongan Saham Big Caps

Pasar Saham Menguat Seiring Lonjakan Saham Berkapitalisasi Besar
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, dengan penguatan signifikan dan berhasil menembus level psikologis 9.000. IHSG naik 0,94% dan berakhir di posisi 9.032,58, mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali menguat di tengah dominasi saham berkapitalisasi besar.
Penguatan indeks terutama didorong oleh kinerja sejumlah saham unggulan. Saham BREN mencatat kenaikan 4,89%, sementara DSSA menguat 2,83%. Selain itu, BRMS melonjak 4,60% dan menjadi salah satu motor utama penggerak IHSG. Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada beberapa saham, seperti DCII yang turun 3,74%, ASII melemah 2,40%, serta BBCA yang terkoreksi 0,93%.
Investor Asing Mencatatkan Aksi Beli Bersih dan Sektor Hijau Mendominasi
Dari sisi aliran dana, investor asing kembali menunjukkan kepercayaan terhadap pasar saham domestik. Sepanjang perdagangan, asing membukukan beli bersih senilai Rp1,10 triliun di pasar reguler dan mencapai Rp1,16 triliun jika dihitung di seluruh pasar. Kondisi ini turut memperkuat sentimen positif di Bursa Efek Indonesia.
Secara sektoral, seluruh 11 sektor saham ditutup di zona hijau. Sektor consumer cyclicals mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan 3,21%, menandakan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi dan konsumsi masyarakat.
Emiten Energi dan Korporasi Mengumumkan Aksi Strategis
Dari sisi emiten, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melanjutkan ekspansi bisnis energi terbarukan dengan menyiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt di Sumatera Selatan. Perseroan menargetkan proyek tersebut beroperasi penuh pada 2030, setelah sebelumnya mengoperasikan Unit 2 secara penuh sejak Juni 2025. Proyek ini selaras dengan RUPTL 2025–2034 serta Blue Book Bappenas 2025–2029 dan mendukung target penambahan kapasitas geothermal nasional.
Sementara itu, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) mengumumkan rencana rights issue dengan menerbitkan 12,39 miliar saham baru pada harga Rp300 per saham. Aksi korporasi ini berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,72 triliun, yang mayoritas akan dialokasikan untuk pengembangan anak usaha dan modal kerja. Pemegang saham pengendali juga menyatakan komitmen penuh untuk menyerap haknya, meski terdapat potensi dilusi signifikan bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi.
