Ketegangan Timur Tengah Tekan IHSG pada Sesi I Perdagangan

IHSG Melemah Seiring Meningkatnya Risiko Geopolitik Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan pada sesi pertama perdagangan Kamis, 9 April 2026. Indeks turun sekitar 11 poin atau 0,15% ke posisi 7.268. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Tekanan terhadap IHSG juga sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang ikut melemah. Kondisi ini menunjukkan sentimen global berperan besar dalam membentuk arah pasar domestik pada hari tersebut.
Konflik Timur Tengah Picu Ketidakpastian dan Tekan Sentimen Pasar
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penurunan IHSG dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan terbaru Israel ke wilayah Lebanon serta langkah Iran yang terus menutup Selat Hormuz meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Situasi ini memunculkan ketidakpastian terhadap kelanjutan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. Seorang pejabat senior Iran bahkan menyatakan bahwa beberapa poin kesepakatan telah dilanggar setelah serangan tersebut terjadi.
Di sisi lain, laporan media Iran menyebutkan bahwa aktivitas kapal tanker minyak di Selat Hormuz masih terhenti. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Lonjakan Harga Minyak Dorong Investor Ambil Sikap Hati-hati
Ketegangan geopolitik tersebut mendorong harga minyak dunia kembali meningkat. Kenaikan harga energi ini kemudian memberikan tekanan tambahan pada pasar keuangan global, termasuk Indonesia.
Dalam situasi ini, pelaku pasar cenderung mengadopsi sikap risk-off. Investor memilih untuk menahan transaksi atau mengurangi eksposur terhadap aset berisiko hingga kondisi geopolitik menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Revisi Proyeksi Ekonomi Indonesia Tambah Tekanan pada IHSG
Selain faktor global, tekanan terhadap IHSG juga datang dari dalam negeri. Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% untuk tahun 2026, dari sebelumnya 4,8%.
Revisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik. Akibatnya, kombinasi tekanan global dan domestik membuat pergerakan IHSG cenderung melemah pada sesi perdagangan tersebut.
