IHSG Melemah 0,84 Persen ke Level 7.218 akibat Tekanan Saham AMMN, UNVR, dan BREN

IHSG Dibuka Turun dan Bergerak di Zona Merah Sejak Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkoreksi pada awal perdagangan Kamis, 9 April 2026 di Jakarta. Hingga pukul 09.01 WIB, IHSG turun 0,84 persen atau 60,78 poin ke level 7.218,42.
Pergerakan indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.244,82 dan terendah di 7.210,82. Sepanjang sesi pembukaan, tekanan jual mendominasi dengan 250 saham melemah, sementara 199 saham menguat dan 224 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.675,35 triliun.
Saham Big Caps Menekan IHSG Melalui Koreksi Serentak
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penyumbang utama pelemahan indeks. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 2,71 persen ke Rp5.375.
Selanjutnya, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) melemah 2,05 persen ke Rp1.915. Tekanan juga datang dari saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang turun 1,85 persen, diikuti saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang melemah 1,80 persen, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang terkoreksi 1,59 persen.
Pelemahan serentak pada saham-saham unggulan tersebut memperbesar tekanan terhadap IHSG pada awal perdagangan hari ini.
Saham TRUK dan ROCK Melonjak di Tengah Tekanan Pasar
Di tengah dominasi pelemahan, beberapa saham justru mencatat lonjakan signifikan. Saham PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) memimpin penguatan dengan kenaikan 24,66 persen ke Rp364.
Selain itu, saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) melonjak 21,77 persen ke level Rp3.020. Kenaikan ini menunjukkan masih adanya minat beli pada saham tertentu meskipun pasar secara umum berada dalam tekanan.
Sebaliknya, saham PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 13,42 persen ke Rp1.355. Saham PT Equity Development Investment Tbk. (GSMF) juga melemah 10,57 persen ke Rp110.
Analis Melihat Peluang IHSG Kembali Menguat Seiring Meredanya Ketegangan Global
Di tengah pelemahan awal, analis BNI Sekuritas tetap melihat peluang penguatan IHSG dalam jangka pendek. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi katalis positif bagi pasar.
Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan terhadap Iran selama dua pekan, serta langkah Iran membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, mendorong peningkatan optimisme investor global.
Fanny menilai kondisi tersebut dapat mendorong IHSG melanjutkan tren penguatan, terutama setelah indeks sebelumnya ditutup melonjak 4,42 persen dengan dukungan aksi beli bersih investor asing sebesar Rp573 miliar.
Analis Menetapkan Level Support dan Resistance IHSG
Lebih lanjut, BNI Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada dalam rentang teknikal tertentu. Level support diperkirakan berada di kisaran 7.050 hingga 7.100, sementara level resistance berada pada area 7.300 hingga 7.400.
Dengan demikian, pelaku pasar saat ini terus mencermati perkembangan sentimen global dan pergerakan teknikal indeks. Arah IHSG dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan jual dan kembalinya minat beli investor.
