IHSG Melemah 5,91 Persen Selama Sepekan dan Menekan Kapitalisasi Pasar BEI

Bursa Efek Indonesia Mencatat Penurunan IHSG Selama Periode 9–13 Maret 2026
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan dengan pelemahan signifikan. Selama periode 9 hingga 13 Maret 2026, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut turun 5,91 persen dan berakhir di level 7.137,21.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan IHSG sebelumnya berada di level 7.585,68 pada pekan sebelumnya. Penurunan tajam tersebut menunjukkan tekanan yang cukup kuat di pasar saham sepanjang pekan perdagangan.
Selain pelemahan indeks, kondisi pasar juga tercermin dari turunnya nilai kapitalisasi pasar di BEI.
BEI Melaporkan Penurunan Kapitalisasi Pasar hingga Rp12.678 Triliun
Kautsar menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar bursa ikut menyusut selama periode tersebut. Nilai kapitalisasi pasar tercatat turun 6,96 persen menjadi Rp12.678 triliun dari Rp13.627 triliun pada pekan sebelumnya.
Penurunan ini menandakan berkurangnya nilai keseluruhan saham yang tercatat di bursa. Pergerakan tersebut juga menunjukkan tekanan yang dirasakan hampir di seluruh sektor pasar selama periode perdagangan pekan lalu.
Seiring dengan melemahnya IHSG, aktivitas transaksi di bursa juga mengalami perlambatan yang cukup tajam.
Aktivitas Transaksi Harian Bursa Mengalami Penurunan Signifikan
BEI mencatat rata-rata volume transaksi harian selama sepekan ikut menurun cukup dalam. Volume perdagangan harian turun 25,49 persen menjadi 31,55 miliar saham dari sebelumnya 42,34 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Selain itu, frekuensi transaksi harian juga mengalami koreksi besar. Rata-rata jumlah transaksi harian turun 31,53 persen menjadi sekitar 1,87 juta transaksi dibandingkan 2,73 juta transaksi pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, nilai transaksi harian di pasar saham juga ikut tertekan. BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian turun 31,10 persen menjadi Rp17,2 triliun dari sebelumnya Rp24,97 triliun.
Penurunan di berbagai indikator tersebut menunjukkan berkurangnya aktivitas perdagangan investor selama sepekan terakhir.
Investor Asing Melanjutkan Aksi Jual Bersih di Pasar Saham
Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik. Pada perdagangan Jumat, 14 Maret 2026, investor asing membukukan net sell sebesar Rp117,17 miliar.
Secara akumulatif sejak awal 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp8,85 triliun di pasar saham Indonesia.
Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan IHSG yang telah mengalami pelemahan signifikan sepanjang pekan perdagangan tersebut.
