Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Berkat Kenaikan Saham ADMR, BBRI, dan MAPI
Indeks Bisnis-27 Memulai Perdagangan dengan Tren Positif
JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan Kamis (15/1/2026) dengan penguatan seiring meningkatnya minat beli investor pada saham-saham unggulan. Sejak awal sesi, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia ini bergerak di zona hijau dan mencerminkan sentimen pasar yang masih konstruktif.
Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.06 WIB, Indeks Bisnis-27 naik 0,44% ke level 567,89. Aktivitas transaksi tercatat mencapai 589,3 juta saham dengan nilai transaksi Rp824,9 miliar. Kapitalisasi pasar indeks pada pembukaan mencapai Rp4.298 triliun, menandakan solidnya minat investor pada saham-saham konstituen.
Saham ADMR, ADRO, hingga Perbankan Menopang Penguatan Indeks
Penguatan Indeks Bisnis-27 pada awal perdagangan didorong oleh mayoritas saham konstituen yang bergerak naik. Sebanyak 15 saham mencatatkan kenaikan, sementara sembilan saham melemah dan tiga saham bergerak stagnan.
Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,29% ke level Rp2.040. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang menguat 3,14% ke Rp2.300. Dari sektor tambang, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,47% ke Rp4.150.
Sektor perbankan turut berkontribusi terhadap penguatan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dibuka naik 0,63% ke Rp8.050. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 1,83% ke Rp4.440, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,81% ke Rp3.750.
Selain itu, saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) naik 0,36% ke Rp1.405 dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 1,27% ke Rp1.195, memperkuat pergerakan indeks pada awal sesi.
Tren Penguatan Indeks Sejalan dengan Rekor Baru IHSG
Kinerja positif Indeks Bisnis-27 sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pada penutupan Rabu (14/1/2026), Indeks Bisnis-27 ditutup menguat tipis 0,02% ke level 565,39 dan mencatatkan kenaikan konsisten selama tiga hari perdagangan beruntun.
Secara mingguan, indeks telah tumbuh 0,96%, sedangkan secara bulanan meningkat 1,99%. Analis menilai sentimen pasar masih ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga global, kenaikan harga komoditas, aliran dana asing, serta sejumlah aksi korporasi emiten. Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung menjelang libur panjang akhir pekan.
