Indeks Bisnis-27 Menguat pada Pembukaan Perdagangan Berkat Lonjakan Saham Energi dan Perbankan

Indeks Bisnis-27 langsung bergerak menguat pada awal perdagangan Kamis, 2 April 2026, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka melemah. Penguatan ini terjadi setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar mendorong pergerakan indeks ke zona hijau.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 sempat dibuka di level 487,48 sebelum berbalik arah dan naik 0,22 persen ke posisi 489,82 sesaat setelah perdagangan dimulai. Pergerakan ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat di tengah tekanan pasar secara umum.
Saham ADRO, MEDC, dan UNTR Mendorong Kenaikan Indeks Sejak Awal Sesi
Sejumlah saham unggulan langsung memimpin penguatan indeks sejak awal sesi perdagangan. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatat kenaikan paling tinggi dengan lonjakan 2,41 persen ke level Rp2.550.
Selanjutnya, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) ikut menguat 2,37 persen ke posisi Rp1.725. Selain itu, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) juga naik 1,78 persen ke level Rp31.475, memperkuat dorongan indeks ke arah positif.
Tidak hanya itu, saham perbankan dan sektor kesehatan turut berkontribusi terhadap penguatan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,54 persen ke Rp6.600, sementara PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menguat 1,42 persen ke Rp2.140.
BEI Mencatat Mayoritas Saham Bergerak Variatif pada Pembukaan Pasar
Pada saat yang sama, BEI mencatat pergerakan saham yang cenderung beragam di antara konstituen Indeks Bisnis-27. Dari total 27 saham, sebanyak 14 saham berhasil menguat, sementara empat saham bergerak stagnan dan sembilan saham lainnya mengalami penurunan.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang masih mencari arah di tengah sentimen yang beragam. Meskipun demikian, dominasi saham yang menguat cukup mampu menjaga indeks tetap berada di zona hijau.
Saham ADMR, BUMI, dan BRPT Menekan Pergerakan di Tengah Penguatan
Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan dan membatasi penguatan indeks. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 3,98 persen ke level Rp1.930.
Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 3,36 persen ke Rp230, diikuti saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melemah 2,40 persen ke posisi Rp1.425. Tekanan pada saham-saham tersebut menunjukkan masih adanya aksi jual di beberapa sektor tertentu.
IHSG Dibuka Melemah di Tengah Pergerakan Indeks Sektoral yang Beragam
Sementara Indeks Bisnis-27 menguat, IHSG justru dibuka melemah pada level 7.153,11. Sesaat setelah pembukaan, IHSG bergerak dalam rentang 7.131 hingga 7.156, mencerminkan volatilitas di awal perdagangan.
BEI mencatat sebanyak 215 saham menguat, 212 saham melemah, dan 214 saham bergerak stagnan. Di sisi lain, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.610 triliun.
Perbedaan arah antara IHSG dan Indeks Bisnis-27 menunjukkan bahwa penguatan indeks selektif masih didorong oleh saham-saham unggulan tertentu, meskipun pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya stabil.
