Indeks Bisnis-27 Menguat dan Bertahan di Zona Hijau Berkat Lonjakan Saham DSNG dan ASII

Indeks Bisnis-27 Menutup Perdagangan dengan Penguatan Signifikan
Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan di zona hijau pada Senin, 19 Januari 2026, setelah mencatatkan kenaikan sebesar 0,86% ke level 575,09. Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif dan mencerminkan minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat yang menjadi konstituen indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia tersebut.
Mayoritas Saham Konstituen Mendorong Laju Indeks Bisnis-27
Sepanjang perdagangan, mayoritas saham konstituen Indeks Bisnis-27 bergerak menguat. Dari total 27 saham, sebanyak 16 saham mencatatkan kenaikan, sementara 10 saham mengalami pelemahan dan satu saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung positif meskipun tekanan masih terlihat pada sebagian sektor.
Saham DSNG dan ASII Memimpin Penguatan Indeks
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. menjadi penggerak utama indeks setelah melonjak 5,52% ke level Rp1.530. Penguatan tersebut diikuti oleh saham PT Astra International Tbk. yang naik 4,96% dan ditutup di posisi Rp7.400. Kenaikan dua saham ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Saham Konsumer, Energi, dan Perbankan Ikut Menguat
Selain DSNG dan ASII, saham PT Mayora Indah Tbk. mencatatkan kenaikan 4,41% ke Rp2.130, sementara PT Barito Pacific Tbk. naik 4,24% menjadi Rp2.950. Dari sektor pangan dan energi, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. menguat 2,96% ke Rp2.780. Di sektor perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. naik 1,76% ke Rp4.620, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. dan PT Bank Mandiri Tbk. yang turut menguat terbatas.
Sejumlah Saham Menekan Indeks Meski Tidak Dominan
Di sisi lain, beberapa saham justru menekan pergerakan indeks. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. melemah 2,69% ke Rp2.170, sementara PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. turun 2,27% ke Rp1.935. Saham sektor ritel dan telekomunikasi juga mengalami tekanan, meskipun pelemahan tersebut tidak cukup kuat untuk membalikkan arah indeks.
Aktivitas Transaksi Menunjukkan Likuiditas Pasar Terjaga
Indeks Bisnis-27 bergerak dalam rentang 567,14 hingga 575,62 sepanjang perdagangan. Total transaksi mencapai 26,3 miliar saham dengan nilai Rp17,81 triliun. Kapitalisasi pasar Indeks Bisnis-27 tercatat sebesar Rp4.341 triliun, mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga di tengah dinamika pergerakan saham.
