Indeks Bisnis-27 Menguat pada Pembukaan Perdagangan, Saham ADMR, BBCA, dan AMRT Pimpin Kenaikan

Penguatan Sejumlah Saham Mendorong Indeks Bisnis-27 Bergerak Positif di Awal Perdagangan
JAKARTA — Indeks Bisnis-27 memulai perdagangan pada Jumat (13/3/2026) dengan pergerakan positif. Sejumlah saham berkapitalisasi besar mendorong indeks menguat pada sesi pembukaan, dipimpin oleh kenaikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.10 WIB, indeks hasil kerja sama BEI dan Harian Bisnis Indonesia tersebut naik 0,09 persen ke level 496,55. Pergerakan konstituen indeks menunjukkan dinamika yang cukup beragam, dengan sembilan saham mencatat penguatan, 14 saham mengalami penurunan, dan empat saham bergerak stagnan.
Kenaikan indeks terutama ditopang oleh saham ADMR yang meningkat 1,86 persen ke level Rp1.915. Selain itu, saham BBCA turut menguat 1,45 persen ke posisi Rp7.000. Sementara itu, saham AMRT juga mencatat kenaikan 1,38 persen menjadi Rp1.470.
Selain ketiga saham tersebut, beberapa emiten lain ikut memberikan kontribusi positif terhadap indeks. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 1,09 persen ke Rp9.275, sedangkan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menguat 0,69 persen ke Rp2.930.
Penguatan juga terlihat pada saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang meningkat 0,48 persen ke Rp2.080. Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,47 persen ke Rp4.300 dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 0,33 persen ke level Rp3.030.
Pelemahan Sejumlah Saham Menahan Laju Kenaikan Indeks
Meski indeks bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan, sejumlah saham masih mencatatkan pelemahan. Tekanan tersebut datang dari berbagai sektor, termasuk agribisnis, perbankan, dan komoditas.
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) turun 1,44 persen ke Rp1.370 dan menjadi salah satu penekan indeks pada sesi pagi. Selain itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melemah 1,32 persen ke Rp2.250, sementara PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 1,29 persen ke Rp3.840.
Tekanan juga muncul dari saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang terkoreksi 1,21 persen ke level Rp4.900. Di sektor kesehatan, saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 1,00 persen ke Rp990.
Beberapa emiten lain turut mengalami koreksi pada awal perdagangan. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melemah 0,88 persen ke Rp1.130, sedangkan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 0,87 persen ke Rp1.715. Sementara itu, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) terkoreksi 0,81 persen ke Rp1.230.
Di sisi lain, beberapa saham memilih bergerak datar pada awal perdagangan. Saham PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), serta PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) tercatat tidak mengalami perubahan harga.
Analis Memproyeksikan IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Koreksi
Sementara itu, analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (12/3/2026), IHSG ditutup melemah 0,37 persen ke level 7.362 setelah tekanan jual masih mendominasi pasar.
Tim analis MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini berada dalam fase wave [y] dari wave 4 atau wave (2) dalam struktur teknikal. Kondisi tersebut membuat potensi koreksi masih terbuka dalam waktu dekat.
Dalam proyeksi teknikal, analis memperkirakan area 7.265 hingga 7.298 menjadi zona koreksi terdekat yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Apabila tekanan berlanjut, level tersebut berpotensi menjadi target penurunan berikutnya.
Meski demikian, peluang penguatan tetap terbuka jika indeks mampu bertahan dari tekanan jual. Analis menilai area 7.573 hingga 7.701 dapat menjadi target penguatan berikutnya apabila IHSG kembali menguat.
Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di 7.226 dan 7.071. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada kisaran 7.577 hingga 7.712.
