Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham ASII, INKP, dan JPFA Tetap Menguat

Indeks Bisnis-27 mulai terkoreksi pada perdagangan Selasa pagi
Indeks Bisnis-27 memulai perdagangan Selasa (3/2/2026) dengan pelemahan 1,44% ke level 517,23. Meskipun demikian, sejumlah saham masih menunjukkan tenaga positif pada pembukaan perdagangan, menandakan adanya seleksi investor terhadap saham-saham unggulan di tengah ketidakpastian pasar.
Saham unggulan masih catatkan kenaikan harga
PT Astra International Tbk. (ASII) memimpin penguatan dengan naik 2,39% menjadi Rp6.425 per saham. Disusul PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang meningkat 1,83% ke Rp8.350, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) naik 0,80% ke Rp1.255. Selain itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 0,75% ke Rp2.690, PT United Tractors Tbk. (UNTR) naik 0,31% ke Rp24.525, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) meningkat 0,26% ke Rp3.820 per saham.
Pelemahan meluas pada mayoritas saham konstituen
Sementara itu, mayoritas konstituen mengalami koreksi. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 9,09% ke Rp200, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 4,67% menjadi Rp2.040, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terkoreksi 4,32% ke Rp1.770. Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) turun 4,02% ke Rp1.075, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 3,38% menjadi Rp5.725, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 3,26% ke Rp1.780 per saham.
Saham perbankan ikut alami tekanan
Sektor perbankan juga menghadapi tekanan jual. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi 2,30% ke Rp7.425, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 2,00% ke Rp4.410, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,83% per saham menjadi Rp3.760.
Pasar menunggu hasil komunikasi BEI-MSCI
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG dan indeks terkait akan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar cenderung menunggu hasil komunikasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MSCI terkait transparansi pasar dan langkah kebijakan awal dari kepemimpinan baru regulator. Secara teknikal, indeks diproyeksikan bergerak di rentang support 7.858 hingga resistance 8.089, dengan kewaspadaan terhadap potensi tekanan jual lanjutan.
