Komisaris Utama Armada Berjaya Borong 109,37 Juta Saham JAYA Senilai Rp11,15 Miliar

Jap Astrid Patricia melakukan pembelian besar saham JAYA untuk investasi langsung
Komisaris Utama PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA), Jap Astrid Patricia, melakukan aksi pembelian saham dalam jumlah signifikan pada 7 April 2026. Ia mengakumulasi sebanyak 109,37 juta lembar saham JAYA dalam satu kali transaksi.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (9/4/2026), transaksi tersebut memiliki nilai sekitar Rp11,15 miliar. Astrid membeli saham di harga Rp122 per lembar dengan tujuan investasi langsung.
Langkah ini sekaligus menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perseroan di sektor transportasi darat.
Transaksi tersebut meningkatkan kepemilikan saham Astrid secara signifikan
Setelah aksi pembelian tersebut, kepemilikan saham Jap Astrid Patricia di JAYA meningkat tajam. Ia kini menggenggam 169,46 juta saham atau setara 21,22% hak suara.
Jumlah tersebut melonjak dari posisi sebelumnya yang tercatat sebesar 60,08 juta saham atau sekitar 7,52%. Dengan peningkatan ini, Astrid semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham utama di perusahaan.
Di sisi lain, berdasarkan data per 31 Maret 2026, struktur pemegang saham JAYA juga mencakup PT Prima Globalindo dengan porsi 45,79% serta Darmawan Suryadi SM sebesar 21%. Sementara itu, kepemilikan publik mencapai 25,94%.
Pergerakan saham JAYA tetap stabil di tengah aksi pembelian internal
Di pasar, saham JAYA tercatat berada di level Rp140 per lembar hingga Kamis (9/4/2026) pukul 13.59 WIB. Sepanjang tahun berjalan 2026, saham ini telah menguat sekitar 12,80%.
Pergerakan tersebut mencerminkan respons pasar yang relatif stabil, meskipun terjadi aksi pembelian dalam jumlah besar oleh pihak internal perusahaan.
Kondisi ini juga menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham JAYA masih terjaga, seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan.
Armada Berjaya terus mengembangkan bisnis transportasi logistik nasional
PT Armada Berjaya Trans Tbk. terus memperluas lini bisnisnya di sektor transportasi darat. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PT Armada Beton ini telah mengalihkan fokus usaha sejak 2015 ke layanan angkutan barang umum.
Setelah berganti nama pada 2018, perseroan mengembangkan layanan transportasi seperti pengangkutan muatan lepas, peti kemas, hingga armada truk long box. Selain itu, perusahaan juga menyediakan jasa pergudangan, layanan bea cukai, serta distribusi domestik dari pintu ke pintu.
Armada Berjaya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 21 Februari 2019 dengan melepas 150 juta saham atau 40% dari modal ditempatkan dan disetor. Dari aksi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp43,2 miliar untuk mendukung ekspansi bisnisnya.
