BEI, KPEI, dan KSEI Catat Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Sepanjang 2025

Lembaga pasar modal Indonesia mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sama-sama membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar domestik.
Kinerja ini mencerminkan tingginya minat investor serta semakin aktifnya transaksi di bursa, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis di seluruh ekosistem pasar modal.
BEI Meningkatkan Pendapatan dan Laba Berkat Lonjakan Transaksi Bursa
BEI mencatat total pendapatan usaha sebesar Rp3,67 triliun pada 2025 atau tumbuh 30,14% dibandingkan Rp2,82 triliun pada 2024. Pendapatan ini didominasi oleh transaksi bursa senilai Rp2,81 triliun, sementara sisanya berasal dari pendapatan non-transaksi dan investasi.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan jasa transaksi efek yang mencapai Rp1,5 triliun atau melonjak 40% secara tahunan. Selain itu, pendapatan dari layanan teknologi informasi juga ikut meningkat menjadi Rp109 miliar.
Seiring dengan itu, BEI membukukan laba bersih sebesar Rp1,063 triliun atau naik 55% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini terjadi karena pertumbuhan pendapatan melampaui peningkatan beban yang hanya naik 17% menjadi Rp2,36 triliun.
Dari sisi neraca, BEI juga mencatat total aset sebesar Rp14,8 triliun, meningkat dari Rp11,2 triliun pada 2024. Sementara itu, liabilitas dan ekuitas masing-masing mencapai Rp5,3 triliun dan Rp9,45 triliun.
KPEI Mendorong Laba Melonjak Didukung Pendapatan Kliring
KPEI juga menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025. Perusahaan ini mencatat total pendapatan sebesar Rp949 miliar atau naik 36% dibandingkan Rp697,12 miliar pada tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari jasa kliring transaksi efek yang menyumbang Rp759 miliar. Peningkatan aktivitas transaksi di pasar modal menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini.
KPEI kemudian mencatat lonjakan laba bersih hingga 75% menjadi Rp262 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp149,17 miliar pada 2024. Kinerja ini memperlihatkan efektivitas pengelolaan operasional di tengah peningkatan volume transaksi.
KSEI Meningkatkan Pendapatan dan Menjaga Stabilitas Laba Bersih
KSEI turut mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada 2025 dengan total pendapatan mencapai Rp1,41 triliun atau naik 17,42% dari Rp1,20 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang meningkat menjadi Rp885 miliar dari Rp747 miliar pada 2024. Aktivitas kustodian yang semakin tinggi turut menopang pencapaian tersebut.
Di sisi laba, KSEI membukukan laba bersih sebesar Rp543,8 miliar atau tumbuh 10,46% secara tahunan. Selain itu, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp4,9 triliun.
KSEI juga mencatat kenaikan liabilitas menjadi Rp516 miliar dan ekuitas sebesar Rp4,41 triliun. Kondisi ini menunjukkan posisi keuangan yang semakin kuat untuk mendukung perkembangan pasar modal Indonesia.
