Penegakan Hukum Polri Berpotensi Menguatkan Kepercayaan Investor Pasar Modal

Langkah tegas Badan Reserse Kriminal Polri dalam mengusut dugaan manipulasi perdagangan saham dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Namun, efektivitas dampaknya sangat bergantung pada kekuatan pembuktian dan cara komunikasi kebijakan kepada publik. Pengamat menilai penegakan hukum yang jelas dan terukur justru dapat memperkuat kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang masih sensitif.
Pengamat pasar modal Teguh Hidayat menekankan pentingnya penyampaian informasi yang menenangkan dari aparat penegak hukum dan regulator. Menurutnya, tujuan utama penindakan seharusnya membangun rasa aman bagi investor, bukan menimbulkan ketakutan baru. Ia menilai pasar membutuhkan kepastian bahwa langkah hukum dilakukan secara profesional dan berbasis bukti kuat.
Pengamat Menilai Komunikasi Penegakan Hukum Menentukan Arah Sentimen Pasar
Teguh menjelaskan bahwa penindakan yang berujung pada pembuktian kuat dan penetapan tersangka akan memperkuat persepsi positif pasar. Sebaliknya, proses hukum yang tidak jelas justru berisiko memicu sentimen negatif dalam jangka pendek. Ia menambahkan bahwa absennya preseden penggeledahan langsung di sektor pasar modal tanpa melalui Otoritas Jasa Keuangan membuat sebagian investor merasa tidak nyaman.
Ia menilai situasi tersebut dapat menciptakan rasa tertekan, tidak hanya bagi pelaku manipulasi, tetapi juga bagi investor yang tidak melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, ia mendorong adanya koordinasi dan komunikasi yang lebih inklusif agar langkah hukum tidak disalahartikan sebagai ancaman bagi seluruh pelaku pasar.
Akademisi UI Menilai Penindakan Saham Bisa Positif Jika Didukung Bukti Kuat
Pandangan serupa disampaikan pengamat pasar modal Universitas Indonesia Budi Frensidy. Ia menilai penanganan dugaan manipulasi saham oleh aparat penegak hukum dapat menjadi katalis positif maupun negatif. Menurutnya, faktor pembeda utama terletak pada transparansi dan kekuatan bukti yang disampaikan kepada publik.
Budi menegaskan bahwa pasar akan mendukung penindakan yang jelas merugikan investor. Namun, ia mengingatkan agar aparat tidak menciptakan kesan memusuhi seluruh pelaku pasar. Ia menilai komunikasi kebijakan yang menenangkan dan dialogis menjadi kunci agar reformasi pasar berjalan efektif.
Analis Sekuritas Menilai Penindakan Menjadi Fondasi Pembenahan Jangka Panjang
Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai isu penegakan hukum ini memang dapat memengaruhi sentimen jangka pendek. Namun, dalam perspektif menengah hingga panjang, langkah tersebut merupakan bagian penting dari pembenahan ekosistem pasar modal. Ia menilai pasar yang sehat bukan pasar tanpa kasus, melainkan pasar yang konsisten menindak pelanggaran.
Menurut Andrey, investor institusi, khususnya asing, justru melihat langkah ini sebagai sinyal keseriusan Indonesia dalam memperkuat kredibilitas pasar modal. Konsistensi penegakan hukum dinilai dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan pasar yang lebih berkelanjutan.
