Investor Asing Selektif Borong Saham di Tengah Tekanan Pasar

Investor Asing Arahkan Dana ke Saham Tertentu Meski Catat Net Sell
Jakarta — Investor asing tetap aktif melakukan pembelian saham secara selektif di Bursa Efek Indonesia selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026. Meski pasar saham domestik masih dibayangi tekanan jual, aliran dana asing tetap masuk ke sejumlah emiten dengan nilai signifikan.
Data perdagangan menunjukkan investor asing secara agregat mencatatkan net sell sebesar Rp2,95 triliun dalam sepekan. Namun di balik aksi jual tersebut, investor global tetap memburu saham tertentu yang dinilai memiliki prospek dan momentum kuat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Fenomena ini mencerminkan strategi rotasi investasi, di mana investor asing memindahkan dana ke saham dengan katalis spesifik guna memaksimalkan peluang keuntungan dalam situasi pasar yang belum stabil.
Investor Asing Fokus Borong Saham Energi hingga Konsumer
Dalam periode tersebut, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menjadi incaran utama dengan nilai net foreign buy mencapai Rp314,1 miliar. Minat tinggi terhadap saham ini menunjukkan daya tarik sektor energi di tengah dinamika global.
Selanjutnya, investor asing juga mengakumulasi saham PT Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) sebesar Rp178 miliar dan PT MNC Studios International Tbk. (MSIN) sebesar Rp176,2 miliar. Selain itu, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turut mencatatkan pembelian bersih Rp121,7 miliar, diikuti PT United Tractors Tbk. (UNTR) sebesar Rp107,2 miliar.
Tidak hanya itu, sejumlah saham lain seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Citra Borneo Indah Tbk. (CBDK), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga masuk dalam daftar saham yang diborong investor asing.
IHSG Melemah di Tengah Penurunan Aktivitas Perdagangan
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan mengalami koreksi selama periode tersebut. IHSG tercatat turun 0,99% secara mingguan ke level 7.026,78 dari posisi sebelumnya di 7.097,05.
Sepanjang pekan, indeks sempat bergerak cukup dinamis dengan menyentuh level tertinggi di 7.207,16 dan terendah di 6.945,50. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas pasar yang masih tinggi di tengah ketidakpastian sentimen.
Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas perdagangan yang mengalami penurunan signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian anjlok hingga 36,69%, sementara volume transaksi turun 8,62%. Selain itu, kapitalisasi pasar juga menyusut sebesar 1,69% menjadi Rp12.305 triliun.
