PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Universitas Indonesia (UI) memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di pasar modal Indonesia melalui peluncuran UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings 2026.
Program tersebut mendorong perusahaan tercatat meningkatkan kualitas pengungkapan ESG dengan menyajikan informasi yang transparan, berbasis data, serta dapat diverifikasi. Peluncuran berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta, sebagai bagian dari kolaborasi kedua institusi untuk memperkenalkan pemeringkatan keberlanjutan kepada perusahaan dan pelaku industri.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Direktur Direktorat Pengelolaan dan Pembinaan Unit Usaha UI Ringoringo H Achmadi, serta Kepala UI GreenMetric UI Dr. Vishnu Juwono menghadiri kegiatan tersebut.
Irvan Susandy mengatakan BEI memberikan dukungan fasilitasi agar perusahaan semakin meningkatkan kualitas informasi ESG yang mereka sampaikan kepada publik.
Ia menilai perusahaan perlu menyertakan bukti yang kuat dalam setiap pengungkapan keberlanjutan. Menurutnya, data yang kredibel, transparan, dan dapat diverifikasi menjadi dasar penting agar informasi ESG tidak sekadar menjadi klaim.
Selain itu, BEI dan UI membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam membaca informasi yang terdapat pada laporan keberlanjutan perusahaan.
BEI dan UI Dorong Perusahaan Tingkatkan Transparansi ESG
Pemanfaatan AI dapat membantu proses pengolahan dan pembacaan informasi ESG secara lebih efisien. Namun, perusahaan tetap perlu memastikan konsistensi data serta menyediakan bukti pendukung yang dapat ditelusuri.
Kolaborasi BEI dan UI juga membuka peluang bagi perusahaan tercatat untuk menggunakan pemeringkatan keberlanjutan sebagai salah satu acuan dalam memperbaiki praktik ESG. Dengan pendekatan berbasis data, perusahaan dapat menyampaikan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola secara lebih terukur.
Bagi investor, informasi ESG yang berkualitas semakin penting dalam menilai tata kelola serta keberlanjutan suatu perusahaan. Karena itu, data yang kredibel dan mudah ditelusuri dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan maupun pasar modal.
BEI menilai kerja sama dengan institusi akademis seperti UI dapat memperkuat ekosistem keberlanjutan di Indonesia. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya menciptakan pasar modal yang transparan, sehat, dan memperhatikan aspek lingkungan.
Pada akhirnya, penguatan pengungkapan ESG diharapkan dapat meningkatkan kualitas perusahaan tercatat sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem investasi yang lebih berkelanjutan. Upaya tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
