Otoritas Hong Kong Mengusut Dugaan Insider Trading yang Libatkan Sekuritas dan Hedge Fund

Otoritas pasar keuangan Hong Kong meluncurkan penyelidikan besar terkait dugaan perdagangan orang dalam atau insider trading yang melibatkan dua perusahaan sekuritas dan satu hedge fund. Dalam operasi tersebut, aparat juga menangkap delapan orang yang diduga terkait dengan praktik ilegal di industri keuangan.
Regulator pasar modal dan lembaga antikorupsi Hong Kong mengumumkan penyelidikan ini pada Kamis, 13 Maret 2026. Operasi penegakan hukum tersebut menjadi salah satu tindakan terbesar terhadap sektor jasa keuangan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski pihak berwenang tidak secara resmi menyebutkan nama perusahaan yang diperiksa, sejumlah sumber yang mengetahui kasus tersebut mengungkapkan bahwa perusahaan sekuritas CLSA serta hedge fund Infini Capital termasuk dalam penyelidikan. Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.
Otoritas Menggeledah Kantor Sekuritas dan Menyita Dokumen Penting
Salah satu perusahaan yang mengakui adanya pemeriksaan adalah Guotai Junan International. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa otoritas telah menggeledah kantornya pada pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan.
Sementara itu, induk perusahaan CLSA, Citic Securities, juga mengonfirmasi bahwa regulator memeriksa salah satu anak usahanya di Hong Kong pada Selasa. Dalam pemeriksaan tersebut, aparat menyita sejumlah dokumen dan meminta keterangan dari seorang staf perusahaan.
Citic Securities menyatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap penyelidikan tersebut dan akan terus memantau perkembangan kasus. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa operasional anak usahanya tetap berjalan normal selama proses investigasi berlangsung.
Di sisi lain, Securities and Futures Commission bersama Independent Commission Against Corruption memimpin penyelidikan gabungan ini. Kedua lembaga tersebut menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas perusahaan yang diperiksa.
Regulator Menduga Suap untuk Mendapatkan Informasi Rahasia Penjualan Saham
Regulator mencurigai bahwa seorang pengelola hedge fund menawarkan suap lebih dari HK$4 juta atau sekitar US$511.000 kepada pihak tertentu. Dugaan suap tersebut bertujuan memperoleh informasi rahasia terkait rencana penjualan saham perusahaan yang tercatat di bursa Hong Kong sebelum informasi tersebut diumumkan ke publik.
Setelah memperoleh informasi tersebut, hedge fund diduga memanfaatkannya untuk melakukan transaksi yang menguntungkan. Ketika perusahaan akhirnya mengumumkan penempatan saham ke publik, harga saham terkait justru mengalami penurunan.
Regulator menduga hedge fund tersebut meraih keuntungan besar dari posisi short selling. Estimasi keuntungan yang diperoleh mencapai sekitar HK$315 juta.
Operasi Fuse Menggerebek 14 Lokasi dan Menangkap Delapan Tersangka
Aparat menjalankan operasi gabungan yang diberi sandi “Fuse” untuk mengungkap dugaan pelanggaran tersebut. Dalam operasi ini, petugas menggeledah 14 lokasi yang meliputi kantor perusahaan serta rumah para tersangka.
Penindakan tersebut berujung pada penangkapan delapan orang yang terdiri dari enam pria dan dua perempuan. Sebagian dari mereka diduga merupakan eksekutif senior di perusahaan yang tengah diselidiki.
Pendiri Infini Capital, Tony Chin, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters. Catatan lisensi regulator juga menunjukkan bahwa Chin tidak lagi menjabat sebagai responsible officer di Infini Capital sejak Desember 2025, sehingga ia tidak lagi dapat menjalankan layanan pengelolaan aset yang diatur untuk perusahaan tersebut.
Kasus Penyelidikan Menekan Harga Saham Perusahaan Terkait
Sentimen negatif dari penyelidikan ini turut memengaruhi pergerakan saham perusahaan yang terkait dengan kasus tersebut. Saham Guotai Junan International tercatat ditutup turun 4,2%.
Pada saat yang sama, saham induknya Guotai Haitong yang diperdagangkan di Hong Kong juga merosot dengan persentase yang sama. Sementara itu, saham Citic Securities yang tercatat di bursa Hong Kong turun sekitar 1,7%.
Kasus ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas penawaran saham perdana atau IPO di Hong Kong. Lonjakan aktivitas pasar membuat regulator memperketat pengawasan terhadap sponsor IPO dan agen penempatan saham.
Direktur eksekutif uSmart Securities, Dickie Wong, menyatakan bahwa pasar IPO Hong Kong saat ini kembali sangat aktif. Ia mencatat lebih dari 400 perusahaan sedang menunggu antrean untuk mencatatkan sahamnya di bursa.
Data bursa juga menunjukkan bahwa Hong Kong menjadi pusat pencatatan saham terbesar di dunia tahun lalu. Nilai penggalangan dana ekuitas melonjak 164% hingga mencapai US$103 miliar, terutama didorong oleh kembali maraknya pencatatan saham perusahaan asal China.
