Analis Memproyeksikan IHSG Menguat dan Menguji Level 7.350 pada Jumat

IHSG Menutup Perdagangan Menguat dan Menjadi Modal Kenaikan Berikutnya
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (10/4/2026) setelah menutup sesi sebelumnya di level 7.307,5 atau naik 0,39% pada Kamis (9/4/2026). Kinerja tersebut menjadi pijakan awal bagi indeks untuk melanjutkan tren positif meski pergerakan sepanjang hari sempat berfluktuasi.
Sepanjang perdagangan Kamis, IHSG bergerak campuran dan cenderung melemah setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah berbagai sentimen global yang masih membayangi.
Sentimen Global dan Ekonomi Menekan Pergerakan Pasar
Pasar menghadapi tekanan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini semakin memanas setelah Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon, sehingga memicu ketidakpastian geopolitik.
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia yang turun menjadi 4,7% dari sebelumnya 4,8%. Kondisi ini memperkuat kehati-hatian investor dalam mengambil posisi di pasar saham.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia kembali menguat sekitar 3% ke kisaran US$97 hingga US$98 per barel setelah sebelumnya sempat turun ke level US$94. Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 0,46% ke level Rp17.090 per dolar AS pada pasar spot.
Analisis Teknikal Menguatkan Peluang IHSG Melanjutkan Tren Positif
Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren positif secara teknikal. Indeks tercatat bertahan di atas garis rata-rata pergerakan MA20, sementara indikator MACD menunjukkan histogram positif yang terus berkembang.
Kondisi tersebut mendorong proyeksi bahwa IHSG berpeluang menguat dan menguji level 7.350 pada perdagangan berikutnya. Dengan demikian, peluang kenaikan tetap terbuka selama indikator teknikal mempertahankan momentum positif.
Kebijakan Pemerintah dan Dinamika Global Mempengaruhi Sentimen Investor
Di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan industri kendaraan listrik dengan menargetkan produksi mobil sedan listrik secara massal pada 2028. Pemerintah juga berencana membentuk perusahaan khusus untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.
Selain itu, pemerintah menargetkan penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel milik PLN sebagai bagian dari transisi energi menuju pembangkit tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis minyak.
Dari sisi global, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengenakan tarif 50% terhadap negara yang memasok senjata ke Iran. Ia juga kembali menyoroti isu Greenland dan NATO, yang dinilai belum memberikan dukungan optimal dalam konflik dengan Iran.
Analis Memberikan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jangka Pendek
Di tengah berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan jangka pendek pada Jumat (10/4/2026). Saham-saham tersebut meliputi EMTK, CUAN, CTRA, ISAT, dan BRPT yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan sentimen global, IHSG diperkirakan tetap bergerak menguat secara terbatas, meskipun volatilitas pasar masih berpotensi terjadi.
