Morgan Stanley dan Goldman Sachs Menyajikan Rekomendasi Berbeda setelah BBNI Merilis Kinerja Keuangan 2025
Sekuritas Global Memperbarui Rekomendasi Saham BBNI setelah Laporan Keuangan Terbit
JAKARTA — Sejumlah rumah riset global dan domestik memperbarui pandangan terhadap saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) setelah bank BUMN tersebut merilis laporan keuangan tahun buku 2025 pada Selasa (3/2/2026). Perbedaan rekomendasi mencuat, terutama antara Morgan Stanley dan Goldman Sachs, meski mayoritas analis tetap mempertahankan pandangan positif.
Berdasarkan data Bloomberg hingga Rabu (4/2/2026) malam, sebanyak 30 dari 35 sekuritas masih merekomendasikan beli untuk saham BBNI. Sementara itu, empat sekuritas menempatkan saham ini pada posisi netral atau hold, dan satu sekuritas merekomendasikan jual. Konsensus analis menempatkan target harga BBNI di level Rp5.044, atau mencerminkan potensi kenaikan sekitar 8,9% dari harga penutupan Rp4.630.
Goldman Sachs Mempertahankan Rekomendasi Beli dengan Penyesuaian Target Harga
Goldman Sachs kembali menegaskan rekomendasi beli untuk BBNI dengan target harga Rp5.150. Namun, analis Goldman Sachs, Melissa Kuang, menurunkan target harga tersebut dari sebelumnya Rp5.200, yang baru dinaikkan pada pertengahan Januari 2026. Penyesuaian ini dilakukan setelah mengevaluasi kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025.
Sejumlah rumah riset lain juga menunjukkan optimisme. UBS mematok target harga Rp5.300, sementara Citi dan Yuanta Investment masing-masing menempatkan target pada level Rp5.600 dan Rp5.700 per saham. Henan Putihrai Sekuritas dan Phintraco Sekuritas sama-sama menetapkan target Rp5.200, sedangkan Ciptadana Sekuritas Asia menempatkan target harga Rp5.275.
Morgan Stanley dan Sekuritas Lain Menahan Pandangan Netral terhadap BBNI
Berbeda dengan Goldman Sachs, Morgan Stanley mempertahankan rekomendasi equalweight atau netral untuk saham BBNI. Perusahaan keuangan asal Amerika Serikat tersebut menetapkan target harga Rp4.617, sedikit di bawah harga pasar terakhir. Sikap konservatif juga ditunjukkan Macquarie dengan target Rp4.420 serta DBS Bank yang mematok target lebih rendah di Rp3.800.
JP Morgan sebelumnya menaikkan rekomendasi BBNI menjadi netral dari underweight pada Januari 2026 dengan target harga Rp4.000, sebelum laporan keuangan 2025 dipublikasikan.
Kinerja Keuangan 2025 Menekan Profitabilitas tetapi Menjaga Fundamental
BNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp20,04 triliun sepanjang 2025, turun 6,63% secara tahunan. Pendapatan bunga naik menjadi Rp69,39 triliun, namun peningkatan beban bunga dan provisi menekan margin. Di sisi lain, kredit tumbuh 15,94% menjadi Rp899,53 triliun dan dana pihak ketiga melonjak 29,21% menjadi Rp1.040,83 triliun, terutama dari pertumbuhan dana murah.
Analis menilai tekanan profitabilitas bersifat sementara dan memperkirakan pemulihan kinerja BBNI pada 2026 seiring perbaikan struktur pendanaan dan kualitas margin.
