Analis Rekomendasikan Saham Big Caps Setelah Emiten Rilis Kinerja 2025

Emiten berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia telah merilis laporan kinerja sepanjang 2025. Seiring dengan publikasi tersebut, analis mulai menyoroti sejumlah saham unggulan yang masih menunjukkan prospek menarik di tengah tekanan pasar.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai beberapa saham big caps masih mencatatkan kinerja positif dalam 12 bulan terakhir. Ia menyebutkan bahwa saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) mampu menghasilkan return masing-masing sebesar 27,03 persen dan 26,97 persen.
Namun demikian, Azis juga mengungkapkan bahwa tidak semua saham big caps bergerak positif. Ia mencatat sejumlah bank besar justru mengalami penurunan kinerja dalam periode yang sama. Kondisi ini tidak terlepas dari tekanan global dan domestik yang masih membayangi pasar.
Melihat situasi tersebut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy untuk saham ASII dan TLKM. Perusahaan sekuritas itu juga menetapkan target harga masing-masing Rp6.750 untuk ASII dan Rp3.450 untuk TLKM.
Manajer Investasi Pilih Saham Unggulan Berdasarkan Fundamental dan Prospek
Direktur Purwanto Asset Management, Edwin Sebayang, turut mengemukakan pandangannya dengan memilih sejumlah saham big caps sebagai pilihan utama investor. Ia menempatkan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai top picks karena memiliki kualitas aset yang kuat, tingkat pengembalian ekuitas yang konsisten, serta manajemen risiko yang konservatif.
Selain itu, Edwin juga merekomendasikan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) karena memiliki eksposur besar pada pembiayaan korporasi dan proyek pemerintah. Ia menilai faktor tersebut memberikan leverage terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.
Di sektor komoditas, Edwin melihat potensi besar pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang memiliki eksposur terhadap tembaga sebagai komoditas penting dalam pengembangan kendaraan listrik dan transisi energi. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dinilai menarik karena posisinya sebagai pemimpin energi terbarukan serta kuat dalam narasi ESG.
Ia juga membuka peluang speculative buy pada PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) karena potensi kenaikan produksi emas yang dapat mendorong re-rating saham tersebut.
Analis Tetap Yakin Saham Big Caps Bertahan di Tengah Tekanan
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa saham big caps tetap memiliki daya tahan meskipun menghadapi perlambatan ekonomi. Ia menyebut saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, ASII, BBNI, EMAS, dan TLKM masih layak untuk diperhatikan.
Menurutnya, fundamental kuat yang dimiliki emiten-emiten tersebut membuatnya mampu bertahan di tengah volatilitas pasar. Oleh karena itu, investor masih dapat mempertimbangkan saham big caps sebagai bagian dari strategi investasi jangka menengah hingga panjang.
