IHSG Melanjutkan Penguatan dengan Dukungan Pasar Asia dan Rebound Komoditas

Indeks Harga Saham Gabungan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, seiring membaiknya sentimen teknikal dan dukungan pasar regional. Di Jakarta, IHSG diproyeksikan bergerak menguji area resistansi setelah berhasil rebound signifikan pada perdagangan sebelumnya. Optimisme pasar muncul meskipun investor masih mencermati arah kebijakan dan dinamika global yang berkembang.
Pada perdagangan Selasa, IHSG berhasil bangkit dari tekanan dan ditutup menguat 2,52% ke level 8.122 berdasarkan data Bursa Efek Indonesia. Penguatan tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing senilai Rp760,05 miliar, yang menunjukkan bahwa kenaikan indeks lebih didorong oleh faktor teknikal, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya tertekan.
Analis Memproyeksikan IHSG Menguji Area Resistansi Baru
Analis BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area resistansi di kisaran 8.297 hingga 8.408 pada perdagangan hari ini. Sentimen pasar dinilai masih cenderung berhati-hati, namun peluang penguatan tetap terbuka seiring menguatnya bursa Asia, rebound harga komoditas, serta harapan pemulihan kepercayaan pasar domestik. Investor dinilai masih bersikap wait and see sambil menunggu kejelasan kebijakan dan hasil pertemuan regulator dengan MSCI.
Analis Merekomendasikan ARCI, ASII, dan BULL untuk Dicermati
Di tengah pergerakan indeks tersebut, analis merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk. sebagai salah satu pilihan utama. Saham ARCI berhasil rebound dari area support Rp1.475 hingga Rp1.590 dan didukung kenaikan harga emas global. Analis menyarankan pembelian ARCI pada kisaran Rp1.600 hingga Rp1.700 dengan target harga Rp1.770 dan Rp1.955, serta batas risiko di bawah Rp1.500.
Saham PT Astra International Tbk. juga masuk dalam rekomendasi harian. ASII dinilai memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah mencatatkan kenaikan signifikan dan berpotensi menguji resistance di level Rp6.900. Sentimen buyback saham yang berlangsung pada periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026 dengan nilai maksimal Rp2 triliun turut menjadi katalis positif. Jika resistance berhasil ditembus, ASII berpeluang menuju area Rp7.200 hingga Rp7.475.
Rekomendasi berikutnya datang dari saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. yang dinilai menarik karena adanya akumulasi investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, saham BULL tercatat dibeli investor asing senilai Rp21,61 miliar dengan target harga di kisaran Rp484 hingga Rp530 per saham.
Analis Menyarankan Investor Melepas Saham MSIN
Sementara itu, analis merekomendasikan penjualan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk. karena masih berada dalam tren bearish. Harga saham MSIN dinilai berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area Fibonacci extension di level Rp288, sehingga investor disarankan lebih berhati-hati dalam mencermati pergerakannya.
