IRSX Menyiapkan Rights Issue Jumbo Rp3,7 Triliun dan Menarik Perhatian Investor

IRSX Menerbitkan Prospektus Rights Issue Bernilai Rp3,7 Triliun
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) resmi menerbitkan prospektus rights issue pada Rabu, 14 Januari 2026, dan menyiapkan penggalangan dana hingga Rp3,7 triliun. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 12,39 miliar saham baru dengan rasio 1:2, yang memberikan hak kepada setiap pemegang satu saham lama untuk memperoleh dua HMETD. Skema ini membuka potensi dilusi kepemilikan hingga sekitar 66,67 persen bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
IRSX Menetapkan Harga Pelaksanaan dengan Diskon Lebar
Manajemen IRSX menetapkan harga pelaksanaan saham baru sebesar Rp300 per lembar. Harga ini berada jauh di bawah posisi harga saham sekitar Rp580 saat prospektus diterbitkan. Sehari setelah dokumen tersebut dirilis, tepatnya Kamis, 15 Januari 2026, saham IRSX melonjak tajam hingga menyentuh Auto Reject Atas dan parkir di level Rp725 per saham, mencerminkan lonjakan minat pasar.
Perhitungan Harga Teoritis Menjadi Acuan Investor
Berdasarkan asumsi harga sebelum rights issue di level Rp725, harga pelaksanaan Rp300, dan rasio 1:2, perhitungan menunjukkan harga teoritis pasca rights issue berada di kisaran Rp442 per saham. Level ini menjadi referensi penting bagi investor untuk mengukur potensi tekanan harga saat cum date yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026. Pergerakan aktual tetap bergantung pada sentimen pasar dan kondisi likuiditas.
Rights Issue IRSX Memberi Manfaat Berbeda bagi Investor
Investor dengan harga beli di atas Rp442 berpeluang memperoleh manfaat penurunan harga rata-rata jika menebus HMETD. Sebaliknya, pemegang saham dengan harga beli jauh di bawah level tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan tambahan modal karena manfaatnya menjadi lebih terbatas. Jika harga saham mampu bertahan di atas harga teoritis setelah cum date, posisi investor yang mengeksekusi HMETD secara matematis masih relatif aman.
IRSX Menyusun Jadwal Rights Issue pada Maret 2026
IRSX menjadwalkan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Maret 2026, diikuti ex date pada 6 Maret 2026. Distribusi HMETD akan dilakukan pada 10 Maret 2026 dan pencatatan di BEI pada 11 Maret 2026. Periode pelaksanaan HMETD berlangsung dari 11 hingga 17 Maret 2026, sementara penjatahan saham tambahan dan pengembalian dana, jika ada, dijadwalkan pada 26 Maret 2026.
IRSX Mengarahkan Dana Rights Issue untuk Ekspansi Bisnis
Jika seluruh rights issue terserap, IRSX berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp3,7 triliun. Mayoritas dana akan dialokasikan untuk ekspansi agresif di ekosistem hiburan dan digital, termasuk inkubasi kreator, produksi konten dan film, serta penyelenggaraan acara berskala besar. Alokasi utama mengalir ke PT Folago Karya Indonesia, PT Folago Digital Media, dan PT Folago Picture Indonesia sebagai bagian dari transformasi menjadi platform hiburan terintegrasi.
Pengendali IRSX Menjamin Rights Issue dengan Standby Buyer
Pemegang saham pengendali, PT Matra Tri Abadi, menyatakan kesediaan bertindak sebagai standby buyer untuk menyerap saham baru yang tidak diambil publik. Komitmen ini memastikan rights issue tetap berjalan sesuai rencana, meski berpotensi meningkatkan porsi kepemilikan pengendali dan menekan free float jika partisipasi publik rendah.
IRSX Menawarkan Bonus Waran Seri II
Sebagai insentif tambahan, IRSX menerbitkan Waran Seri II secara cuma-cuma bagi investor yang mengeksekusi HMETD. Setiap 10 saham baru berhak atas satu waran dengan harga pelaksanaan Rp350 dan periode eksekusi dari September 2026 hingga September 2028. Waran ini memberi peluang tambahan keuntungan jika harga saham mampu bergerak di atas harga pelaksanaan dalam jangka menengah hingga panjang.
