Saham BRMS Melemah Tajam Meski Kinerja Keuangan Tumbuh Kuat

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih berada dalam tekanan meski sempat mencatat penguatan tipis pada pertengahan Maret 2026. Pada penutupan 17 Maret 2026, saham BRMS naik 0,74% ke level Rp 680 setelah sehari sebelumnya anjlok 14,56%.
Namun demikian, pergerakan harian tersebut belum mampu mengangkat kinerja saham secara keseluruhan. Dalam periode tiga bulan terakhir, saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini telah merosot hingga 40,35%.
Analis Mencatat Pertumbuhan Signifikan pada Kinerja Keuangan 2025
Di tengah tekanan harga saham, BRMS justru membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025. Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa pendapatan perusahaan melonjak 54% secara tahunan menjadi US$ 249 juta.
Selain itu, laba usaha BRMS meningkat tajam hingga 118% year on year menjadi sekitar US$ 93 juta. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan mencapai sekitar US$ 50 juta atau tumbuh 99% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memanfaatkan momentum pasar komoditas.
Perusahaan Mendorong Produksi Emas dan Mendapat Dukungan Harga Global
BRMS juga berhasil meningkatkan produksi emas sepanjang 2025. Perusahaan mencatat produksi sebesar 72.000 ounce, naik sekitar 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan produksi ini didorong oleh aktivitas tambang yang dikelola anak usaha PT Citra Palu Minerals. Di sisi lain, lonjakan harga emas global sekitar 38% turut memperkuat pendapatan perusahaan.
Kombinasi peningkatan produksi dan harga jual tersebut mendorong margin laba perusahaan menjadi lebih kuat. Dengan demikian, profitabilitas BRMS mengalami perbaikan signifikan sepanjang tahun.
Valuasi Saham BRMS Masih Lebih Tinggi Dibandingkan Rata-rata Sektor
Meskipun harga saham telah terkoreksi dalam beberapa bulan terakhir, valuasi BRMS masih tergolong premium dibandingkan sektor sejenis. Phintraco Sekuritas mencatat rasio price to book value (PBV) BRMS berada di level 4,63 kali.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata PBV subsektor basic materials yang berada di kisaran 2,75 kali. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih memberikan valuasi relatif tinggi terhadap prospek perusahaan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai apakah harga saham BRMS saat ini sudah cukup murah atau masih mencerminkan ekspektasi pertumbuhan ke depan.
