Saham BUMI Menguat dan Diborong Investor Usai Catat Saldo Laba Positif

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 30 Maret 2026, seiring aksi beli investor yang meningkat. Harga saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini naik 5,61% ke level Rp226 per lembar.
Lonjakan tersebut terjadi di tengah tingginya minat pasar terhadap saham BUMI. Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 3,29 miliar saham dengan frekuensi 64.901 kali transaksi dan nilai total sebesar Rp720,66 miliar. Pergerakan ini menunjukkan akumulasi yang cukup kuat oleh pelaku pasar.
Investor Mendorong Aksi Beli Besar dan Catat Net Buy Signifikan
Data perdagangan menunjukkan investor aktif memborong saham BUMI sepanjang sesi. Berdasarkan informasi dari aplikasi Stockbit Sekuritas, saham ini mencatatkan net buy sebesar Rp212,4 miliar, menjadikannya salah satu yang tertinggi di pasar pada hari tersebut.
Aksi beli yang masif ini mendorong kenaikan harga saham secara konsisten. Kondisi tersebut juga mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kinerja perseroan ke depan.
Bumi Resources Membukukan Laba Bersih dan Balikkan Kinerja Ke Positif
Kinerja keuangan BUMI menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat investor. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$81 juta atau sekitar Rp1,35 triliun pada 2025. Capaian ini meningkat 20,1% dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar US$67,5 juta.
Selain itu, per 31 Desember 2025, BUMI mencatatkan saldo laba ditahan sebesar US$81 juta. Pencapaian ini menjadi titik balik setelah sebelumnya perseroan masih mencatat defisit hingga US$2,28 miliar sebelum melakukan kuasi reorganisasi pada 2024.
Perusahaan Menyiapkan RUPST dan Membuka Peluang Pembagian Dividen
BUMI berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026. Agenda ini menjadi perhatian investor karena berpotensi membahas penggunaan laba, termasuk peluang pembagian dividen.
Sebelumnya, manajemen BUMI telah melakukan kuasi reorganisasi dengan mengeliminasi akumulasi rugi melalui penggunaan agio saham. Langkah ini bertujuan memperbaiki struktur keuangan dan membuka jalan bagi pembagian dividen tunai di masa mendatang.
Dengan kondisi keuangan yang semakin membaik, pasar kini menaruh ekspektasi terhadap kebijakan dividen perseroan. Hal ini turut memperkuat daya tarik saham BUMI di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
