Saham BUMI Memiliki Potensi Menguat ke Level Tertinggi

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten milik grup Bakrie dan Salim, menunjukkan peluang untuk menguat hingga menyentuh level resistance. CGS International Sekuritas Indonesia menilai saham ini dapat bergerak ke kisaran harga Rp 234 hingga Rp 242 pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, sehingga investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk memaksimalkan keuntungan.
Saham BUMI mencatatkan pergerakan positif pada perdagangan Senin (30/3/2026), dengan kenaikan 5,61% ke level Rp 226. Dalam satu pekan terakhir, saham ini melonjak 9,71%, meski dalam sebulan tercatat mengalami penurunan 8,87%. Jika dilihat dari awal tahun, saham BUMI masih mengalami tekanan signifikan dan turun 38,2%.
CGS Sekuritas Menetapkan Area Support untuk Mengukur Risiko Investor
Analisis teknikal dari CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan area support saham BUMI berada di rentang Rp 198 hingga Rp 212. Level ini menjadi acuan bagi investor untuk menilai titik aman jika terjadi koreksi harga. Dengan data tersebut, investor disarankan tetap mencermati pergerakan saham sambil mempertimbangkan potensi risiko dan peluang keuntungan.
Data perdagangan juga menunjukkan adanya akumulasi asing terhadap saham BUMI. Pada perdagangan terakhir, asing tercatat membeli bersih (net buy) saham senilai Rp 15,6 miliar, menandakan minat investor luar negeri yang meningkat terhadap saham ini. Kondisi ini dapat menjadi katalis positif untuk pergerakan harga saham ke depannya.
Dengan kombinasi analisis teknikal dan aktivitas investor asing, saham BUMI berpotensi menembus level resistance yang ditargetkan. Investor pun dianjurkan untuk memantau secara aktif perkembangan pasar dan laporan resmi perusahaan agar keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih tepat dan terukur.
