Asing Menekan Saham BUMI dan Mendorong Harga Turun

CGS International Memetakan Target Rp234–Rp242 untuk BUMI
JAKARTA — Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kembali tertekan pada sesi I perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, setelah investor asing melepas saham emiten Grup Bakrie dan Salim itu secara besar-besaran. Aksi jual tersebut langsung menekan harga BUMI sebesar 1,77% ke level Rp222 per saham.
Tekanan itu muncul di tengah transaksi yang tetap ramai. Data IDX mencatat 2,11 miliar saham BUMI berpindah tangan dengan frekuensi 40,9 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp478,7 miliar. Di sisi lain, data Stockbit menunjukkan saham ini mencatat net sell asing terbesar pada jeda siang, dengan volume jual bersih mencapai 311.823.800 saham.
Kondisi tersebut berbalik dari perdagangan sehari sebelumnya. Pada Senin, 30 Maret 2026, asing justru mencatat net buy di BUMI senilai Rp15,6 miliar. Perubahan arah arus dana ini membuat pergerakan saham BUMI semakin volatil di tengah sentimen pasar yang belum stabil.
Meski begitu, sejumlah analis masih melihat ruang penguatan untuk saham ini. CGS International Sekuritas Indonesia menempatkan target terdekat BUMI pada kisaran Rp234 hingga Rp242 untuk perdagangan Selasa ini. Dengan harga terakhir di Rp222, saham tersebut masih menyimpan peluang menuju area atas jika tekanan jual mulai mereda.
CGS International juga mencatat area support BUMI berada pada rentang Rp198 hingga Rp212. Level ini penting untuk dipantau investor karena dapat menjadi penahan jika aksi jual berlanjut dan harga kembali kehilangan momentum.
Pergerakan BUMI mencerminkan pertarungan antara minat beli dan aksi lepas asing yang masih kuat. Investor yang mencermati saham ini perlu memperhatikan arus transaksi harian, perubahan sentimen global, dan respons pasar terhadap kisaran support serta resistance yang sudah dipetakan analis.
