EGDC Akuisisi Saham Capcom dan Perkuat Investasi Arab Saudi di Industri Game
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515413/original/006292100_1772173735-Resident_Evil_Requiem_01.jpg)
Perusahaan pengembang game asal Jepang, Capcom, semakin dekat dengan investor Arab Saudi setelah Electronic Gaming Development Company (EGDC) mengakuisisi 5,03 persen saham perusahaan tersebut. Langkah ini memperkuat posisi modal Arab Saudi di industri game global, khususnya pada publisher di balik seri Resident Evil.
Berdasarkan laporan yang diajukan ke otoritas keuangan Jepang pada 13 Maret 2026, EGDC tercatat memiliki 26.788.500 saham Capcom. Jika digabungkan dengan kepemilikan sebelumnya melalui Public Investment Fund (PIF), total eksposur entitas Saudi di Capcom kini mendekati 10 persen.
EGDC Menegaskan Tujuan Investasi Murni Tanpa Ambisi Pengendalian
Dokumen resmi menyebutkan bahwa akuisisi saham ini bertujuan sebagai investasi murni atau “pure investment” untuk keuntungan finansial. Dengan demikian, EGDC tidak menunjukkan indikasi untuk mengambil alih kendali operasional Capcom dalam waktu dekat.
Sebelumnya, PIF telah lebih dulu mengungkap kepemilikan lebih dari 5 persen saham Capcom sejak 2022. Kini, dengan tambahan dari EGDC, pengaruh investasi Arab Saudi terhadap perusahaan pemilik franchise Resident Evil, Street Fighter, dan Monster Hunter semakin besar.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada sinyal perubahan strategi bisnis Capcom akibat masuknya investasi tersebut. Namun, langkah ini memperlihatkan konsistensi Arab Saudi dalam memperluas portofolio di industri game internasional.
Resident Evil Requiem Catat Penjualan Cepat dan Tembus 6 Juta Kopi
Di tengah kabar investasi tersebut, Capcom juga mencatat pencapaian signifikan dari game terbarunya, Resident Evil Requiem. Game survival horror ini berhasil terjual lebih dari 6 juta kopi di seluruh dunia sejak dirilis pada 27 Februari 2026.
Capaian ini menjadikan Requiem sebagai game dengan pertumbuhan penjualan tercepat dalam sejarah franchise Resident Evil. Sebelumnya, game ini telah menembus angka 5 juta kopi hanya dalam lima hari setelah peluncuran pada 5 Maret 2026.
Dalam waktu kurang dari tiga pekan, penjualan terus meningkat hingga melampaui 6 juta unit. Momentum ini semakin kuat karena bertepatan dengan perayaan 30 tahun franchise Resident Evil pada 22 Maret 2026.
Capcom Siapkan Ekspansi Konten dan Rayakan Ulang Tahun Franchise Resident Evil
Capcom memastikan dukungan terhadap Resident Evil Requiem akan terus berlanjut melalui pengembangan konten tambahan. Langkah ini bertujuan menjaga keterlibatan pemain sekaligus memperpanjang siklus hidup game.
Selain itu, Capcom telah menyiapkan berbagai agenda untuk merayakan ulang tahun ke-30 Resident Evil, termasuk kolaborasi dengan Universal Studios Japan dan konser orkestra di Jepang, Amerika Serikat, serta Eropa.
Hingga 31 Desember 2025, penjualan kumulatif seri Resident Evil telah melampaui 183 juta unit. Dengan performa awal yang kuat, Requiem berpotensi menjadi salah satu judul paling sukses dalam sejarah franchise tersebut.
Resident Evil Requiem Lampaui Penjualan Seri Sebelumnya dalam Waktu Singkat
Kecepatan penjualan Resident Evil Requiem melampaui sejumlah judul sebelumnya dalam franchise yang sama. Resident Evil Village tercatat menjual lebih dari 3 juta unit dalam empat hari pertama, sementara Resident Evil 2 versi remake (2019) mencapai 3 juta unit dalam satu pekan.
Sementara itu, Resident Evil 4 versi remake (2023) menjual lebih dari 3 juta kopi dalam dua hari, tetapi membutuhkan waktu tiga bulan untuk menembus 5 juta unit. Requiem berhasil melampaui angka tersebut hanya dalam lima hari pertama.
Performa ini menegaskan bahwa daya tarik franchise Resident Evil tetap kuat di pasar global dan terus berkembang di tengah persaingan industri game yang semakin ketat.
