Saham CDIA Tertekan Tajam dan Manajemen Menyiapkan Buyback Rp1 Triliun

PT Chandra Daya Investasi Tbk. menyiapkan langkah pembelian kembali saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah harga saham perseroan terkoreksi tajam dalam waktu singkat. Emiten terafiliasi Prajogo Pangestu tersebut menyampaikan rencana buyback melalui keterbukaan informasi pada Kamis (5/2/2026) di Jakarta.
Manajemen Chandra Daya menyatakan buyback saham menjadi strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham, menjaga kepercayaan publik, serta menyesuaikan pergerakan harga saham dengan kondisi fundamental perusahaan. Perseroan menegaskan pembelian kembali saham akan dilakukan dengan harga yang dinilai wajar dan tetap mengacu pada ketentuan pasar modal yang berlaku.
Perseroan Menjadwalkan Buyback Saham Selama Februari hingga Mei 2026
Chandra Daya menetapkan periode pelaksanaan buyback saham mulai 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, perseroan menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara perdagangan efek yang akan menjalankan transaksi pembelian kembali saham tersebut.
Manajemen menegaskan seluruh dana buyback akan bersumber dari kas internal perseroan. Selain itu, perseroan memastikan jumlah saham yang dibeli kembali tetap memperhatikan ketentuan free float sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.
Manajemen Membatasi Transaksi Pihak Terafiliasi Selama Buyback
Selama periode buyback berlangsung, Chandra Daya melarang pihak-pihak terafiliasi melakukan transaksi atas saham CDIA. Pembatasan tersebut mencakup komisaris, direksi, karyawan, pemegang saham utama, hingga pihak lain yang memiliki hubungan usaha dengan perseroan.
Manajemen juga menegaskan pemegang saham utama masih berkomitmen mempertahankan kepemilikan sahamnya di Chandra Daya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas struktur kepemilikan dan memperkuat kepercayaan investor terhadap arah kebijakan perusahaan.
Harga Saham CDIA Bergerak Fluktuatif di Tengah Aksi Korporasi
Di lantai bursa, saham CDIA tercatat menguat 3,24% ke level Rp1.115 per saham pada perdagangan Kamis (5/2/2026) pukul 15.18 WIB. Meski demikian, saham CDIA telah anjlok 35,28% sejak awal tahun 2026.
Di sisi lain, kinerja jangka panjang saham CDIA masih mencatatkan lonjakan signifikan. Dalam periode satu tahun terakhir, harga saham perseroan tercatat melesat 333,59%, mencerminkan volatilitas tinggi yang menyertai perjalanan saham emiten afiliasi Prajogo Pangestu tersebut.
