Investor Asing Borong Saham Komoditas Saat IHSG Melemah

Investor asing tetap agresif melakukan pembelian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026. Indeks ditutup turun 114,9 poin atau 1,61% ke level 7.022,2, namun kondisi tersebut tidak menghalangi aksi akumulasi oleh investor global.
Data transaksi menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan pembelian bersih pada sejumlah saham unggulan, terutama di sektor komoditas. Pergerakan ini menandakan adanya strategi selektif di tengah tekanan pasar yang meningkat.
Investor Asing Fokus Mengakumulasi Saham EMAS, AADI, dan ARCI
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp564,6 miliar. Minat besar terhadap saham ini mencerminkan optimisme terhadap sektor emas di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mencatatkan net buy sebesar Rp160 miliar. Sementara itu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut dikoleksi asing dengan nilai Rp82,4 miliar.
Aksi beli ini menunjukkan bahwa investor asing mulai memanfaatkan peluang pada saham berbasis sumber daya alam yang dinilai lebih defensif.
Investor Asing Serok Sejumlah Saham Energi dan Tambang Lainnya
Tidak hanya pada tiga saham utama, investor asing juga mengakumulasi sejumlah saham lain dari sektor energi dan tambang. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan pembelian bersih Rp53,2 miliar, disusul PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp41,1 miliar.
Selanjutnya, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dibeli Rp40,5 miliar, sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan Rp40,3 miliar. Selain itu, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menarik net buy Rp38 miliar.
Di sektor energi, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masing-masing mencatatkan pembelian bersih Rp21,5 miliar dan Rp21,2 miliar.
Investor Asing Catat Net Buy Besar di Seluruh Pasar
Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,02 triliun di seluruh pasar. Nilai tersebut terdiri dari Rp177,5 miliar di pasar reguler dan Rp845,4 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Di tengah aktivitas tersebut, total nilai transaksi di BEI mencapai Rp15,9 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 30,3 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,64 juta kali.
Meskipun IHSG melemah, aksi beli bersih asing menunjukkan adanya keyakinan terhadap peluang di pasar saham Indonesia.
Investor Tetap Selektif di Tengah Tekanan Pasar Saham
Pergerakan ini menegaskan bahwa investor asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar, melainkan melakukan rotasi ke sektor yang dianggap lebih menjanjikan. Saham komoditas, khususnya emas dan energi, menjadi pilihan utama di tengah volatilitas global.
Dengan strategi tersebut, investor memanfaatkan pelemahan pasar untuk mengakumulasi saham pada harga yang lebih menarik, sekaligus mengantisipasi potensi pemulihan ke depan.
