Saham EMAS, ARCI, dan PSAB Melonjak Setelah Masuk Indeks GDXJ

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) mencatat lonjakan signifikan setelah resmi masuk dalam Global Junior Gold Miners Index (GDXJ). Kenaikan ini terjadi pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026, seiring meningkatnya minat investor terhadap emiten sektor emas.
Berdasarkan data pasar, saham EMAS melonjak 17,86% ke level Rp9.075. Selanjutnya, saham PSAB naik 13,27% menjadi Rp555, sementara saham ARCI menguat 5,30% ke posisi Rp1.690. Pergerakan ini mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap masuknya ketiga emiten ke indeks global tersebut.
MVIS Memasukkan Emiten Emas Indonesia ke Indeks Global GDXJ
Market Vectors Index Solutions (MVIS) melakukan evaluasi berkala terhadap konstituen indeks saham tambang emas global dan menetapkan EMAS, ARCI, serta PSAB sebagai anggota baru GDXJ. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 20 Maret 2026.
Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin, menjelaskan bahwa perubahan komposisi indeks merupakan bagian dari peninjauan rutin. Ia juga menyebutkan bahwa MVIS akan kembali mengumumkan evaluasi untuk Global Gold Miners Index (GDX) pada 12 Juni 2026 dengan implementasi pada 19 Juni 2026.
Selain itu, MVIS menjadwalkan evaluasi lanjutan untuk GDXJ pada 11 September 2026 yang akan efektif pada 18 September 2026. Jadwal ini menunjukkan bahwa peninjauan indeks berlangsung secara berkala dan berkelanjutan.
EMAS Menargetkan Pemulihan Kinerja Melalui Produksi Tambang Pani
Di sisi lain, PT Merdeka Gold Resources Tbk. menargetkan perbaikan kinerja keuangan pada 2026 setelah mencatat kerugian sepanjang 2025. Perseroan mengandalkan operasional Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan bahwa sepanjang tahun lalu perusahaan fokus menyelesaikan pembangunan proyek tambang tersebut. Akibatnya, laporan keuangan masih mencerminkan fase konstruksi sehingga laba bersih tercatat negatif.
Namun, situasi mulai berubah setelah EMAS melakukan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk. pada 27 Februari 2026. Momentum ini menandai dimulainya penjualan pertama yang akan tercatat pada kuartal I/2026.
EMAS Menggenjot Produksi untuk Mendorong Profitabilitas 2026
Dengan dimulainya produksi komersial di Tambang Pani, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ons sepanjang 2026. Target ini diharapkan dapat memperkuat kinerja operasional sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.
Selain itu, manajemen menilai kondisi harga emas yang relatif kondusif serta efisiensi biaya produksi akan mendukung perbaikan kinerja keuangan. Oleh karena itu, perseroan optimistis dapat beralih dari kondisi rugi menuju profitabilitas pada tahun buku 2026.
