Saham EMAS Melonjak Tajam dan Berpeluang Menembus Level Resistance

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melanjutkan penguatan signifikan dan membuka peluang untuk menembus level resistance dalam jangka pendek. Kinerja impresif ini terjadi di tengah tingginya minat pasar terhadap saham berbasis emas.
Pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026, saham EMAS ditutup melonjak 17,86% ke level Rp9.075. Lonjakan ini sekaligus mempertegas tren kenaikan yang sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Analis Memproyeksikan Harga EMAS Bergerak ke Kisaran Rp9.325–Rp9.575
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan saham EMAS masih memiliki ruang penguatan lanjutan. Dalam risetnya untuk perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, analis menetapkan target harga jangka pendek di kisaran Rp9.325 hingga Rp9.575.
Proyeksi tersebut muncul seiring momentum teknikal yang masih kuat. Selama harga tetap bertahan di atas area support, peluang kenaikan dinilai tetap terbuka lebar.
Analis Menetapkan Level Support dan Strategi Stop Loss untuk Investor
Dalam analisis teknikalnya, CGS International Sekuritas Indonesia menempatkan level support saham EMAS di Rp8.825. Selama harga tidak menembus area tersebut, tren naik dinilai masih terjaga.
Namun demikian, analis juga mengingatkan pentingnya manajemen risiko. Jika harga turun menembus Rp8.575, investor disarankan untuk melakukan cut loss guna membatasi potensi kerugian.
Strategi ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menghadapi volatilitas yang masih tinggi pada saham komoditas.
Kinerja Saham EMAS Menguat Signifikan dalam Berbagai Periode
Penguatan saham EMAS tidak hanya terjadi dalam satu hari perdagangan, tetapi juga tercermin dalam performa jangka menengah. Dalam sepekan terakhir, saham ini telah naik 13,4%, sementara dalam satu bulan melonjak 24,3%.
Secara year to date, saham EMAS bahkan mencatatkan kenaikan hingga 63,5%. Tren ini menunjukkan konsistensi minat investor terhadap saham berbasis emas.
Investor Asing Mendorong Kenaikan EMAS dan Indeks Global Menjadi Katalis
Kenaikan saham EMAS juga didorong oleh aksi beli investor asing yang signifikan. Data menunjukkan net buy asing mencapai Rp564,6 miliar pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026.
Selain itu, sentimen positif datang dari masuknya saham EMAS ke dalam MVIS Global Junior Gold Miners Index (GDXJ). Keputusan tersebut diumumkan oleh Market Vectors Index Solutions dan akan berlaku efektif mulai 20 Maret 2026.
Kombinasi antara aliran dana asing dan peningkatan eksposur global membuat saham EMAS semakin menarik bagi investor, sekaligus memperkuat potensi kenaikan dalam jangka pendek.
