Saham INKP, PTBA, dan PGEO Mendorong Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat

Penguatan Saham Komoditas dan Perbankan Mengangkat Indeks Bisnis-27
Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan Kamis (5/2/2026) di zona hijau seiring penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama INKP, PTBA, dan PGEO. Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.05 WIB, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia tersebut naik 0,96% ke level 540,98.
Sejak awal perdagangan, pelaku pasar aktif memburu saham-saham berbasis komoditas dan perbankan yang dinilai memiliki fundamental relatif solid. Aliran beli tersebut mendorong indeks bergerak positif meski tekanan eksternal masih membayangi pasar saham domestik.
Saham INKP, PTBA, dan PGEO Memimpin Kenaikan Pagi Hari
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp. Tbk. (INKP) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,09% ke level Rp9.175. Kinerja saham emiten pulp dan kertas itu menjadi penopang utama laju indeks sejak pembukaan.
Di saat yang sama, saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menguat 1,96% ke posisi Rp2.600, seiring minat investor pada sektor batu bara. Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) turut menguat 1,79% ke level Rp1.140 dan menambah dorongan bagi indeks.
Penguatan juga datang dari saham perbankan dan konsumsi. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,94% ke Rp4.720, sementara saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat 1,74% ke level Rp2.340.
Tekanan Jual pada Sejumlah Saham Menahan Laju Indeks
Di tengah penguatan mayoritas konstituen, beberapa saham tercatat mengalami koreksi. Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 1,25% ke level Rp3.940. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 0,47% ke Rp2.120, sedangkan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 0,34% ke posisi Rp1.485.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai indeks masih mampu bergerak positif meski dibayangi aksi net foreign sell. Penguatan saham perbankan serta rebound saham komoditas emas dinilai menjadi penopang utama sentimen pasar.
Pelaku Pasar Mencermati IHSG dan Data Ekonomi Nasional
Analis memperkirakan saham-saham konglomerasi masih cenderung tertahan sambil menunggu kejelasan lanjutan terkait kebijakan free float dan perkembangan penilaian MSCI terhadap Indonesia. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan menguat terbatas setelah rebound awal pekan, dengan area resistance di kisaran 8.297–8.408.
Pelaku pasar juga mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 oleh Badan Pusat Statistik. Secara konsensus, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat ke sekitar 5,0% dari 5,3% pada 2024, yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.
