Saham Konsumer Tampil Kuat Saat IHSG Turun 4,88 Persen

Saham INDF, UNVR, dan MYOR Naik di Tengah Pelemahan IHSG
Sejumlah saham emiten konsumer menunjukkan penguatan pada perdagangan Senin (2/2/2026), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 4,88% ke level 7.922,73. Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG bergerak di kisaran 7.820,22 hingga 8.313,06 sepanjang hari, dengan 720 saham melemah, 58 saham menguat, dan 36 saham stagnan.
Indeks Sektor Konsumer Tahan Tekanan Pasar
Sektor consumer non-cyclical hanya turun 1,73%, lebih stabil dibandingkan pelemahan pasar secara keseluruhan. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatat kenaikan 3,31% ke Rp7.025 per saham, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 5,35% ke Rp8.375, dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terapresiasi 5,46% ke Rp2.030. Saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) meningkat 2,17% menjadi Rp2.360, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) naik 5,39% ke Rp5.375, dan PT Aman Agrindo Tbk. (GULA) melonjak 6,7% ke Rp446.
Pakar Sarankan Fokus pada Fundamental dan Investasi Jangka Panjang
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer BPI Danantara, menekankan pentingnya menilai saham berdasarkan fundamental, terutama di tengah koreksi pasar. Ia mencatat meski banyak saham dengan valuasi tinggi turun, saham-saham yang memiliki fundamental kuat justru mengalami net buy. Pandu menyarankan investor untuk memandang investasi secara menengah hingga jangka panjang, tidak hanya mengandalkan pergerakan harga jangka pendek.
Investor Diminta Bersabar dan Mengutamakan Analisis Fundamental
Menurut Pandu, ketahanan saham konsumer menunjukkan bahwa peluang tetap ada bagi investor yang memilih strategi berbasis fundamental. Penguatan saham konsumer ini menjadi indikasi bahwa sektor defensif bisa menjadi pilihan aman dalam kondisi volatilitas pasar seperti saat ini, sehingga investor disarankan tetap tenang dan fokus pada prospek jangka panjang.
