Saham NCKL dan ANTM Mendorong Penguatan Indeks Bisnis-27

Indeks Bisnis-27 Menguat Tipis di Tengah Variasi Kinerja Saham
Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan dengan penguatan tipis pada Rabu (14/1/2026) seiring pergerakan positif sejumlah saham berkapitalisasi besar. Data Bursa Efek Indonesia mencatat indeks hasil kerja sama BEI dan Harian Bisnis Indonesia tersebut naik 0,02% ke level 565,39. Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 12 saham menguat, 13 saham melemah, dan dua saham bergerak stagnan, mencerminkan dinamika pasar yang cenderung selektif.
Saham Pertambangan Menjadi Motor Kenaikan Indeks
Penguatan Indeks Bisnis-27 dipimpin saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang melonjak 6,42% ke level Rp1.419. Kenaikan signifikan juga terjadi pada saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menguat 5,41% ke Rp4.090. Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turut menopang indeks setelah naik 3,94% ke harga Rp422 per saham.
Kinerja positif juga ditunjukkan sejumlah saham sektor konsumsi dan infrastruktur. Saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk. (MAPI) naik 2,61% ke Rp1.180, disusul PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang menguat 0,83% ke Rp2.440. Saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) masing-masing naik 0,83% dan 0,76%.
Saham Perbankan Bergerak Terbatas di Zona Hijau
Dari sektor perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) tercatat menguat terbatas. BBNI naik 0,46% ke Rp4.360, sementara BMRI menguat 0,41% ke Rp4.840. Pergerakan ini menunjukkan minat investor yang masih berhati-hati terhadap sektor keuangan di tengah dinamika pasar global dan domestik.
Tekanan Jual Menekan Sejumlah Saham Unggulan
Di sisi lain, tekanan jual membebani sejumlah saham besar. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 4,74% ke Rp2.610. Pelemahan juga terjadi pada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang turun 2,62% ke Rp2.230, diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang melemah 1,74% ke Rp1.975.
Saham PT Astra International Tbk. (ASII) turut terkoreksi 2,40% ke Rp7.125, sementara PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,93% ke Rp8.000. Dua saham tercatat stagnan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) di Rp3.720 dan PT Kalbe Farma Tbk. (KAEF) di Rp1.230.
Analis Memproyeksikan IHSG Masih Berpeluang Menguat
Sebelumnya, analis MNC Sekuritas menilai posisi Indeks Harga Saham Gabungan masih berada pada fase awal penguatan lanjutan. IHSG diperkirakan berpeluang menguji area 9.032–9.100 dengan rentang support di 8.839 dan resistance di 9.034, seiring sentimen teknikal yang masih mendukung.
