Saham NISP Anjlok Lebih dari 5% Saat RUPST, Sentimen Dividen Jadi Sorotan

Perdagangan Saham NISP Melemah Tajam di Tengah Agenda RUPST
Saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengalami tekanan signifikan pada sesi I perdagangan Kamis, 9 April 2026. Harga sahamnya turun 5,32% ke level Rp1.425 seiring berlangsungnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB.
Aktivitas perdagangan saham NISP tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 15,74 juta saham. Transaksi terjadi sebanyak 2.352 kali dengan nilai total Rp22,7 miliar. Penurunan harga tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian investor terhadap hasil rapat yang belum diumumkan secara resmi oleh manajemen.
Isu Penurunan Dividen Muncul dan Tekan Sentimen Pasar
Di tengah ketidakpastian hasil RUPST, beredar informasi di kalangan investor mengenai potensi pembagian dividen sebesar Rp45 per saham. Informasi ini muncul dari unggahan pengguna di platform komunitas saham dan langsung memicu reaksi pasar.
Jika angka tersebut benar, maka nilai dividen tahun buku 2025 akan lebih rendah dibandingkan dividen tahun buku sebelumnya yang mencapai Rp106 per saham. Kondisi ini mendorong kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan imbal hasil, sehingga memperbesar tekanan jual pada saham NISP.
Kinerja Laba NISP Justru Tumbuh di Tahun 2025
Di sisi fundamental, kinerja keuangan Bank OCBC NISP menunjukkan pertumbuhan positif. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp5,05 triliun sepanjang 2025, meningkat dari Rp4,86 triliun pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, peningkatan laba tersebut belum cukup meredam kekhawatiran pasar terkait kebijakan dividen yang berpotensi lebih rendah. Oleh karena itu, pelaku pasar tetap mencermati keputusan resmi perseroan sebagai acuan utama dalam menentukan langkah investasi selanjutnya.
Investor Lo Kheng Hong Tetap Memegang Saham NISP
Sementara itu, investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat masih memiliki saham NISP dalam jumlah signifikan. Hingga 28 Februari 2026, ia menguasai sebanyak 122.079.700 saham atau setara 0,53% dari total kepemilikan.
Kepemilikan tersebut menegaskan bahwa saham NISP tetap menjadi salah satu portofolio pilihan investor besar, meskipun pergerakan harga jangka pendek mengalami tekanan.
