Prabowo Resmikan Pabrik EV di Magelang, Saham VKTR Langsung Menguat 4,42 Persen

Peresmian pabrik kendaraan listrik mendorong saham VKTR naik signifikan
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mencatat penguatan pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah. Hingga penutupan sesi I, harga saham VKTR naik 4,42 persen atau 40 poin ke level Rp945.
Sepanjang perdagangan, saham ini sempat bergerak di rentang Rp925 hingga Rp955 per lembar. Aktivitas transaksi tercatat cukup aktif dengan volume mencapai 1,56 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp146,35 miliar.
Prabowo meresmikan fasilitas CKD pertama untuk kendaraan komersial listrik
Presiden Prabowo secara langsung meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik milik VKTR pada Kamis siang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi industri transportasi nasional menuju energi bersih.
Pabrik tersebut menjadi fasilitas perakitan berbasis Completely Knocked-Down (CKD) pertama di Indonesia untuk segmen kendaraan komersial listrik. Selain itu, pabrik ini akan memproduksi bus listrik berukuran 12 meter dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.
VKTR memperkuat transformasi bisnis menuju kendaraan listrik
VKTR terus mempercepat transformasi bisnisnya dari perusahaan distribusi kendaraan komersial menjadi produsen kendaraan listrik. Perusahaan yang berawal dari PT Bakrie Steel Industries ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2023 sebagai bagian dari strategi ekspansi.
Seiring perubahan tersebut, VKTR tidak hanya fokus memproduksi bus listrik, tetapi juga mengembangkan berbagai kendaraan komersial lain seperti truk listrik, dump truck, hingga armada pengangkut sampah berbasis listrik. Perusahaan juga aktif menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dan BUMN.
VKTR mencatat efisiensi operasional dan penurunan emisi karbon
Dalam operasionalnya, VKTR telah mengirimkan lebih dari 100 unit kendaraan listrik dengan total jarak tempuh melampaui 11,5 juta kilometer. Dari capaian tersebut, perusahaan berhasil menghemat lebih dari 4,1 juta liter bahan bakar.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik tersebut turut menekan emisi karbon lebih dari 11.000 ton CO2. VKTR juga mencatat efisiensi biaya operasional hingga lebih dari Rp27,8 miliar dengan tingkat keandalan kendaraan yang tinggi selama penggunaan.
