Rencana Stimulus Tekstil Rp101 Triliun Mendorong Saham BELL, ESTI, hingga ERTX Terbang

Pemerintah Mengguyur Stimulus Jumbo untuk Menopang Industri Tekstil
JAKARTA — Pemerintah menyiapkan stimulus senilai Rp101,28 triliun untuk melindungi dan memperkuat daya saing industri tekstil nasional. Rencana tersebut langsung memicu respons positif pasar, terutama pada saham-saham emiten tekstil dan garmen yang melonjak signifikan pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menilai industri tekstil sebagai sektor padat karya strategis yang perlu dijaga keberlanjutannya di tengah tekanan global dan persaingan impor.
Pasar Saham Merespons Positif Kebijakan Stimulus Tekstil
Seiring rencana stimulus tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,16% ke level 9.046,83 pada sesi I perdagangan. Sepanjang tiga jam pertama, IHSG bergerak di rentang 9.041,00 hingga 9.100,82, mencerminkan sentimen positif pelaku pasar.
Penguatan indeks turut ditopang lonjakan saham-saham tekstil dan garmen. Sejumlah emiten bahkan mencatatkan kenaikan harga saham lebih dari 20% dalam waktu singkat, menunjukkan kuatnya ekspektasi investor terhadap dampak kebijakan pemerintah.
Saham BELL dan ESTI Memimpin Lonjakan Sektor Tekstil
Penguatan sektor tekstil dipimpin oleh PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) yang melesat 34,15% ke level Rp110 per saham. Kenaikan ini menandai kembalinya harga saham BELL ke level seratusan setelah setahun terakhir bergerak di kisaran Rp36–Rp88.
Saham PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI) juga melonjak 34,04% ke Rp189, diikuti PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) yang menguat 29,41% ke Rp176. Penguatan tersebut memperlihatkan antusiasme pasar terhadap prospek pemulihan industri tekstil.
Emiten Tekstil Lain Ikut Menguat Seiring Optimisme Pasar
Selain BELL dan ESTI, saham PT Indorama Synthetics Tbk. (INDR) naik 20,79% ke Rp3.370 per saham. Saham PT Golden Flower Tbk. (POLU) menguat 19,91% ke Rp27.100, sementara PT Eratex Djaja Tbk. (ERTX) meningkat 18,18% ke Rp260.
Saham PT Argo Pantes Tbk. (ARGO) menguat 14,02% ke Rp1.220, PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) naik 8,93% ke Rp61, PT Trisula International Tbk. (TRIS) melonjak 19,61% ke Rp244, dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk. (SSTM) menguat 12,84% ke Rp3.340.
Pemerintah Menjaga Sektor Padat Karya dan Memperluas Pasar
Airlangga menegaskan stimulus senilai US$6 miliar ini ditujukan untuk menjaga daya saing teknologi dan kelangsungan investasi industri tekstil. Pemerintah menilai sektor ini menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja dan berpotensi berkembang hingga 7 juta pekerja seiring besarnya pasar domestik.
Selain menjaga pasar dalam negeri, pemerintah juga mendorong perluasan ekspor melalui kawasan ekonomi khusus yang dinilai mampu meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar global.
