Manajer Investasi Mengatur Ulang Strategi untuk Menjaga Daya Tarik Reksa Dana saat IHSG Tertekan

Koreksi tajam indeks harga saham gabungan memaksa manajer investasi menyesuaikan strategi pengelolaan portofolio reksa dana saham dan campuran. Di tengah tekanan pasar yang meningkat sejak akhir Januari 2026, pelaku industri berupaya menjaga daya tarik produk dengan pendekatan yang lebih disiplin, adaptif, dan berbasis fundamental.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG anjlok 6,84% ke level 8.329 pada periode 23–30 Januari 2026. Tekanan tersebut dipicu keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia yang bahkan sempat memicu trading halt selama dua hari berturut-turut. Meski demikian, IHSG mulai menunjukkan pemulihan terbatas dengan menguat 0,30% menjadi 8.146,71 pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Februari 2026.
Manajer Investasi Menyesuaikan Portofolio di Tengah Tekanan IHSG
Koreksi indeks acuan berdampak langsung pada kinerja sejumlah reksa dana saham unggulan. Produk yang sebelumnya mencatatkan return tinggi mulai mengalami koreksi signifikan seiring pelemahan saham-saham konstituennya. Kondisi ini mendorong manajer investasi untuk mengoptimalkan strategi agar tetap mampu bersaing dengan indeks acuan.
Presiden Direktur Korea Investment Management Indonesia Arfan Fasri Karniody menegaskan pihaknya tetap menjaga kinerja reksa dana melalui pengelolaan portofolio yang aktif dan terukur. Ia menyebut KIM fokus pada saham dengan fundamental kuat dan valuasi menarik, sekaligus mengurangi eksposur terhadap saham yang sensitif terhadap arus dana asing dan indeks global.
KIM Indonesia Memperkuat Saham Defensif dan Menghindari Komoditas
Arfan menyampaikan KIM konsisten bersikap hati-hati terhadap sektor berbasis komoditas yang dinilai rentan volatilitas global. Di tengah gejolak pasar, KIM justru memprioritaskan sektor defensif seperti perbankan, konsumer, infrastruktur, dan telekomunikasi yang lebih berorientasi pada permintaan domestik.
Ia menilai sektor telekomunikasi menawarkan stabilitas, sementara sektor konsumer masih memiliki prospek seiring dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang relatif ekspansif. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kinerja reksa dana di tengah ketidakpastian pasar saham.
Batavia Prosperindo Mempertahankan Strategi Seleksi Emiten Berkualitas
Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi menyatakan perusahaannya tidak melakukan rebalancing besar-besaran akibat koreksi IHSG. Batavia memilih mempertahankan komposisi portofolio dengan menitikberatkan pada seleksi emiten berkualitas berdasarkan analisis fundamental dan teknikal.
Eri menegaskan fokus utama Batavia bukan semata mengungguli IHSG, melainkan menjaga konsistensi prinsip investasi dan kualitas aset. Ia memproyeksikan sektor komoditas, telekomunikasi, dan konsumer tetap memiliki potensi pertumbuhan yang resilien dan berkelanjutan hingga akhir tahun.
