Analis Rekomendasikan Strategi Pilih Saham Jelang Bursa Dibuka Usai Lebaran 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
Analis pasar modal Hendra Wardana memaparkan strategi pemilihan saham menjelang pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah libur panjang Lebaran 2026. Ia menilai investor perlu fokus pada sektor-sektor dengan fundamental kuat agar tetap mampu menghadapi kondisi pasar yang masih bergejolak.
BEI menjadwalkan kembali membuka perdagangan saham pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah libur yang dimulai sejak 18 Maret 2026 karena rangkaian Nyepi dan cuti bersama Idulfitri. Momentum pembukaan ini menjadi perhatian pelaku pasar yang menunggu arah pergerakan indeks selanjutnya.
Analis Soroti Sektor Perbankan, Energi, dan Mineral sebagai Pilihan Utama
Hendra menegaskan bahwa sektor perbankan besar masih menjadi tulang punggung pasar karena memiliki likuiditas tinggi dan kinerja yang relatif stabil. Ia mencontohkan saham Bank Central Asia dan Bank Mandiri yang konsisten mencatat pertumbuhan laba sehingga tetap menarik bagi investor.
Selanjutnya, ia melihat sektor energi berpotensi memperoleh sentimen positif, terutama jika harga minyak dunia bertahan di level tinggi. Dalam konteks ini, saham Medco Energi Internasional dinilai memiliki peluang untuk bergerak naik mengikuti tren komoditas energi global.
Selain itu, sektor mineral juga menunjukkan prospek yang menjanjikan. Hendra menyebut Aneka Tambang sebagai salah satu emiten yang berpotensi mendapat dorongan dari meningkatnya permintaan logam industri seiring percepatan transisi energi global.
Tekanan Global dan Domestik Membuat Pasar Saham Bergerak Sensitif
Hendra menjelaskan bahwa pasar saham Indonesia saat ini berada dalam fase sensitif akibat tekanan dari berbagai faktor eksternal dan internal. Konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi pemicu utama volatilitas pasar.
Di sisi lain, faktor domestik juga turut memengaruhi sentimen investor. Ia menyoroti isu fiskal, sensitivitas terhadap harga energi, serta proses pembenahan di industri pasar modal yang sempat mendapat perhatian dari MSCI terkait transparansi dan mekanisme perdagangan.
Kondisi tersebut mendorong investor, baik domestik maupun asing, untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Akibatnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung fluktuatif sambil menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi.
Analis Prediksi IHSG Berpeluang Rebound Setelah Libur Panjang
Meski menghadapi berbagai tekanan, Hendra tetap melihat peluang terjadinya rebound setelah libur Lebaran. Ia menilai pola historis menunjukkan bahwa IHSG kerap mengalami pemulihan teknikal setelah mengalami koreksi dalam.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pemulihan tersebut sangat bergantung pada meredanya tekanan global dan kembalinya minat investor untuk melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat. Oleh karena itu, investor disarankan tetap selektif dan disiplin dalam menyusun strategi investasi.
