SWID Kerek Laba 120% dan Dorong Sahamnya Melonjak

SWID mengandalkan pendapatan yang tumbuh dan pasar langsung memborong sahamnya
JAKARTA – PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) mencatat lonjakan kinerja pada 2025 setelah membukukan laba tahun berjalan Rp41,02 miliar. Perseroan properti ini mengerek laba bersih 120% dari Rp18,62 miliar pada 2024, lalu pasar langsung merespons positif pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026.
Kenaikan laba itu ikut mendorong laba per saham SWID. Pada 31 Desember 2025, perseroan mencatat laba per saham Rp7,62, naik dari Rp3,46 per saham pada tahun sebelumnya. SWID juga memperbesar pendapatan usaha menjadi Rp176,29 miliar, dari Rp135,27 miliar pada 2024, sehingga perseroan berhasil menjaga laju pertumbuhan bisnisnya di tengah pasar properti yang kompetitif.
Di sisi beban, SWID memang mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp68,34 miliar dari Rp45,81 miliar. Namun, perseroan tetap mampu memperlebar laba bruto dari Rp89,45 miliar menjadi Rp107,95 miliar. Kinerja operasional yang tetap solid itu ikut menjaga struktur keuangan perusahaan tetap sehat.
Hingga akhir 2025, SWID membukukan total aset Rp504,12 miliar. Perseroan juga mencatat liabilitas Rp228,89 miliar dan ekuitas Rp275,23 miliar. Rangkaian angka tersebut menunjukkan perusahaan menjaga posisi keuangan yang relatif seimbang sambil terus menumbuhkan bisnisnya.
Pasar menangkap sinyal itu dengan cepat. Pada sesi I perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 11.23 WIB, saham SWID melonjak 23,91% ke level Rp114. Aktivitas perdagangan juga ikut ramai dengan 54,2 juta saham berpindah tangan dalam 5.793 kali frekuensi transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp6,01 miliar.
Pada perdagangan sebelumnya, saham SWID juga sudah bergerak hijau, meski kenaikannya hanya 1,10%. Lonjakan berturut-turut ini memperlihatkan investor mulai melirik kembali emiten properti tersebut setelah perseroan menampilkan pertumbuhan laba yang sangat kuat sepanjang 2025.
