The Fed Memangkas Suku Bunga dan Mengangkat IHSG ke Zona Hijau

Pelaku Pasar Menyambut Kebijakan The Fed dengan Optimisme
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (11/12/2025) setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Kebijakan moneter tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar saham domestik dan mendorong aksi beli sejak awal sesi.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 0,40 persen ke level 8.736,09 pada pukul 09.43 WIB. Indeks komposit membuka perdagangan di posisi 8.764,09 dan mampu bertahan di zona hijau seiring meningkatnya minat investor. Aktivitas transaksi berlangsung aktif dengan volume perdagangan mencapai 14,35 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,35 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16.089 triliun.
Analis Menilai IHSG Masih Menjaga Tren Konsolidasi Menguat
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai IHSG saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi menguat setelah mencatat reli panjang pada periode sebelumnya. Menurutnya, indeks tetap bergerak stabil di atas area support penting pada kisaran 8.650 hingga 8.690.
Hendra menjelaskan bahwa posisi tersebut menjadi kunci keberlanjutan tren jangka pendek. Selama IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Ia melihat area resistance terdekat berada di rentang 8.720 hingga 8.745. Apabila IHSG berhasil menembus level tersebut dengan dukungan volume transaksi yang kuat, potensi penguatan yang lebih agresif akan semakin besar.
Investor Tetap Mencermati Arah Kebijakan Moneter Global
Meski IHSG mencatatkan penguatan, Hendra menilai volatilitas pasar masih akan cukup tinggi. Investor terus mencermati sinyal lanjutan dari kebijakan moneter global serta proyeksi ekonomi Amerika Serikat ke depan. Kondisi ini membuat pergerakan IHSG pada hari ini cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan menguat.
Ia menambahkan bahwa fokus investor tidak hanya tertuju pada besaran pemangkasan suku bunga, tetapi juga pada arah kebijakan lanjutan yang dapat memengaruhi arus dana global ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Rotasi Sektor dan Saham Unggulan Menggerakkan Indeks
Dalam situasi tersebut, rotasi sektor dan pergerakan saham berkapitalisasi besar diperkirakan tetap menjadi motor penggerak IHSG. Investor diproyeksikan bersikap selektif dalam bertransaksi sambil memanfaatkan sentimen positif dari kebijakan moneter global. Dengan dukungan faktor eksternal tersebut, pasar saham domestik masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan secara bertahap.
