Investor Asing Mencatat Arus Keluar dari Pasar SBN RI pada Akhir 2025

Investor Asing Melanjutkan Aksi Jual Bersih di Pasar Surat Utang Negara
JAKARTA — Investor asing terus melepas kepemilikan surat berharga negara Indonesia hingga akhir 2025. Otoritas Jasa Keuangan mencatat investor nonresiden membukukan jual bersih senilai Rp4,48 triliun di pasar SBN sepanjang tahun berjalan. Arus keluar ini menandai perubahan arah dibandingkan kondisi beli bersih yang sempat terjadi pada pertengahan tahun, sekaligus menegaskan tekanan yang masih membayangi pasar obligasi domestik.
OJK Mencatat Tekanan Berlanjut pada November 2025
Tekanan investor asing semakin terlihat pada November 2025. Sepanjang bulan tersebut, investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp5,93 triliun di pasar SBN. Angka ini melanjutkan tren pelepasan yang sudah berlangsung sejak September dan Oktober 2025, ketika investor asing masing-masing menjual bersih Rp45,76 triliun dan Rp27,56 triliun. Konsistensi arus keluar ini memperkuat sinyal kehati-hatian investor global terhadap aset keuangan Indonesia.
OJK Menjaga Stabilitas Pasar Obligasi di Tengah Pelemahan Indeks
Di tengah arus keluar dana asing, OJK menilai stabilitas pasar obligasi nasional tetap terjaga. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa Indeks Obligasi Komposit Indonesia melemah 0,43 persen secara bulanan pada November 2025. Meski demikian, indeks tersebut masih tumbuh 11,07 persen secara tahunan sejak awal perdagangan 2025, sehingga mencerminkan daya tahan pasar di tengah tekanan global.
Investor Asing Mengurangi Eksposur di Obligasi Korporasi
Selain SBN, investor asing juga mengurangi kepemilikan di pasar obligasi korporasi. OJK mencatat investor nonresiden membukukan jual bersih Rp100 miliar pada November 2025. Dengan tambahan tersebut, total net sell asing di obligasi korporasi mencapai Rp1,6 triliun sepanjang 2025. Kondisi ini menunjukkan kehati-hatian investor tidak hanya terfokus pada surat utang pemerintah, tetapi juga pada instrumen utang swasta.
Analis Menilai Dinamika Global Mendorong Perpindahan Dana
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menilai dinamika global mendorong fund manager aktif menyesuaikan portofolio. Ia menjelaskan bahwa perubahan isu dan kebijakan global membuat perpindahan dana berlangsung cepat. Meski porsi kepemilikan asing di SBN hanya sekitar 14 persen, pergerakan investor nonresiden tetap memberi pengaruh besar terhadap arah pasar obligasi domestik.
Analis Melihat Peluang Arus Balik Dana Asing pada 2026
Ke depan, peluang kembalinya dana asing masih terbuka. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai stabilitas nilai tukar rupiah akan menjadi faktor kunci untuk menarik kembali minat investor asing pada 2026. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan fiskal yang transparan, pengendalian defisit, serta efektivitas belanja negara agar kepercayaan investor global kembali menguat.
