Analis Memproyeksikan IHSG Rawan Koreksi pada Perdagangan 12 Desember 2025

Analis Memperkirakan Tekanan Koreksi Masih Membayangi IHSG
Sejumlah analis pasar modal memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan masih berisiko mengalami koreksi pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025. Tekanan jual yang muncul pada sesi sebelumnya mendorong investor bersikap lebih waspada terhadap potensi pelemahan lanjutan, meskipun peluang teknikal rebound tetap terbuka dalam jangka pendek.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG pada Kamis, 11 Desember 2025, ditutup melemah 0,92 persen atau turun 80,44 poin ke level 8.620,48. Indeks sempat dibuka di posisi 8.764,09 dan menyentuh level tertinggi harian di 8.776,97, sebelum akhirnya bergerak turun hingga level terendah 8.560,10. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual mendominasi pergerakan pasar.
Pelemahan Saham Perbankan Membebani Kinerja Indeks
Tekanan IHSG terutama datang dari koreksi saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Mandiri Tbk. turun 0,40 persen ke level Rp4.950, sementara PT Bank Central Asia Tbk. melemah 0,93 persen ke posisi Rp8.000. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. bahkan turun lebih dalam sebesar 1,09 persen ke level Rp3.620.
Di sisi lain, sektor pertambangan mampu menahan tekanan lebih besar. Saham PT Timah Tbk. menguat 1,32 persen ke Rp3.060, sedangkan saham PT Energi Mega Persada Tbk. melesat 4,59 persen ke level Rp1.480. Saham PT Rukun Raharja Tbk. juga mencatat kenaikan 1,17 persen dan ditutup di posisi Rp6.500, mencerminkan minat selektif investor pada sektor komoditas.
MNC Sekuritas Menilai IHSG Berada di Akhir Fase Penguatan
Tim Analis MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini berada di fase akhir gelombang penguatan jangka pendek. Berdasarkan analisis gelombang, indeks diperkirakan sedang berada di akhir wave [iii] dari wave 5. Kondisi tersebut membuat IHSG rawan terkoreksi untuk menguji area 8.464 hingga 8.583 sekaligus menutup celah harga tipis yang terbentuk sebelumnya.
Dalam skenario terburuk, analis memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju area 8.000 apabila pola penguatan sebelumnya telah selesai. Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak pada area support 8.553 dan 8.493 dengan resistance di kisaran 8.714 hingga 8.821.
Analis Memberikan Rekomendasi Saham Strategis
Sejalan dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Selain itu, analis juga menyarankan speculative buy pada saham PT Bank KB Indonesia Tbk. dan PT PAM Mineral Tbk. dengan mempertimbangkan risiko pasar yang masih fluktuatif.
