IHSG Mencetak Rekor Baru, Investor Pantau Saham Unggulan Hari Ini

IHSG Menguat 0,90 Persen Dorong Level 8.710 di Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin, 8 Desember 2025, dengan kenaikan signifikan 0,90 persen ke level 8.710,70, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pergerakan ini didorong oleh aksi beli saham unggulan, termasuk DSSA yang naik 7,23 persen, GOTO melonjak 9,38 persen, dan COIN yang melesat 11,54 persen. Sementara itu, saham TLKM turun 1,89 persen, BRPT menyusut 2,86 persen, dan AMMN melemah 2,70 persen sebagai kontributor penurunan terbesar.
Aktivitas perdagangan berlangsung padat dengan nilai transaksi mencapai Rp27,33 triliun melalui 57,32 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,91 juta transaksi. Investor asing mencatatkan arus dana masuk senilai Rp438,09 miliar di pasar reguler dan net buy total seluruh pasar sebesar Rp53,00 miliar, menandakan minat kuat pelaku pasar global terhadap saham-saham pilihan di bursa Indonesia.
Sektor Industri dan Kesehatan Menunjukkan Pergerakan Signifikan
Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor menutup perdagangan dengan penguatan. Sektor industri mengalami koreksi 1,42 persen, sementara sektor kesehatan mencatat kenaikan tertinggi 2,80 persen. Kinerja ini mencerminkan pergeseran minat investor menuju sektor yang menunjukkan prospek pertumbuhan lebih stabil dan prospektif.
Perusahaan Strategis Siapkan Ekspansi dan Tambah Modal
Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) mempersiapkan operasional pabrik baru Unit 7 di Gresik yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal I-2026. Unit ini akan memproduksi pipa untuk sektor migas, konstruksi domestik, dan ekspor, dengan target pertumbuhan laba sekitar 10 persen pada 2026. Unit 7 akan mengoperasikan dua lini produksi dan kapasitasnya akan meningkat bertahap hingga 1,2 juta ton per tahun. Realisasi belanja modal 2025 mencapai Rp250–300 miliar dari total alokasi Rp700 miliar, dan sisa dana akan direalisasikan pada kuartal I-2026.
Sementara itu, Impack Pratama Industri (IMPC) menerbitkan 38,5 juta saham melalui private placement, seluruhnya diambil oleh Kaddara Investments Pte. Ltd. dengan harga Rp2.600 per saham. Langkah ini menambah modal IMPC sekitar Rp100,10 miliar, dan pelaksanaan dijadwalkan pada 15 Desember. Program private placement berlanjut dengan target maksimal 4,42 miliar saham baru, dan hingga kini total saham yang diterbitkan mencapai 600 juta lembar.
