Mandiri Sekuritas memproyeksikan penerbitan obligasi korporasi tetap tinggi pada 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3437975/original/059325000_1619172353-IMG_1482.jpg)
Mandiri Sekuritas menilai kebutuhan refinancing mendorong emisi obligasi besar
JAKARTA – Mandiri Sekuritas memperkirakan penerbitan obligasi korporasi tetap berada pada level tinggi sepanjang 2026. Proyeksi ini muncul seiring besarnya nilai obligasi yang jatuh tempo dan kebutuhan pendanaan emiten untuk menjaga struktur keuangan tetap sehat di tengah dinamika ekonomi.
Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menyampaikan bahwa sepanjang 2025 nilai penerbitan obligasi korporasi telah mencapai sekitar Rp 200 triliun. Memasuki 2026, pasar diperkirakan kembali diramaikan oleh penerbitan obligasi senilai kurang lebih Rp 160 triliun, terutama untuk keperluan refinancing.
Handy menjelaskan banyak emiten harus menyiapkan pendanaan baru karena obligasi yang jatuh tempo pada 2026 berada di kisaran Rp 160 triliun. Kondisi tersebut mendorong perusahaan memilih instrumen obligasi sebagai solusi untuk memperpanjang tenor utang sekaligus menjaga likuiditas.
Mandiri Sekuritas melihat peluang ekspansi emiten semakin terbuka
Selain faktor jatuh tempo, Mandiri Sekuritas juga menilai prospek pertumbuhan ekonomi ke depan berpotensi membaik. Seiring dengan itu, kebutuhan ekspansi dari berbagai sektor diperkirakan meningkat, sehingga emiten membutuhkan tambahan pendanaan jangka menengah hingga panjang.
Handy menilai obligasi menjadi alternatif menarik bagi perusahaan karena menawarkan fleksibilitas pendanaan. Di tengah stabilnya kondisi pasar keuangan, banyak emiten memanfaatkan momentum untuk mengamankan dana ekspansi sejak awal.
Penurunan suku bunga memperkuat minat penerbitan obligasi
Mandiri Sekuritas juga mencermati tren penurunan suku bunga yang masih berlanjut. Kondisi ini membuka peluang bagi emiten untuk menerbitkan obligasi dengan biaya dana yang lebih efisien dibandingkan periode sebelumnya.
Handy menegaskan biaya penerbitan yang lebih rendah membuat obligasi semakin kompetitif sebagai sumber pendanaan. Emiten dapat mengoptimalkan struktur biaya sekaligus menjaga kesehatan arus kas dalam jangka panjang.
Mandiri Sekuritas optimistis pasar obligasi tetap ramai pada 2026
Dengan mempertimbangkan faktor refinancing, peluang ekspansi, dan tren suku bunga, Mandiri Sekuritas optimistis aktivitas penerbitan obligasi korporasi akan tetap ramai pada 2026. Proyeksi ini sejalan dengan pandangan PT Pemeringkat Efek Indonesia yang sebelumnya memperkirakan tren penerbitan obligasi korporasi masih meningkat pada tahun depan.
Mandiri Sekuritas menilai pasar obligasi tetap menjadi salah satu pilar utama pembiayaan korporasi di Indonesia, terutama di tengah kebutuhan pendanaan yang terus tumbuh.
