Saham INET menguat setelah BEI membuka kembali suspensi perdagangan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3893148/original/019406200_1641196875-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-5.jpg)
Jakarta – Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) langsung menguat setelah Bursa Efek Indonesia membuka kembali penghentian sementara perdagangan pada Rabu, 10 Desember 2025. Pergerakan positif ini muncul seiring kembalinya minat investor terhadap saham INET di tengah kondisi pasar yang cenderung menguat.
Pada pembukaan perdagangan, saham INET melonjak 9,68 persen dan mencapai level Rp 850 per saham. Kenaikan tersebut terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan bergerak di zona hijau, sehingga turut menopang sentimen positif di pasar saham domestik. Sejak awal sesi, harga saham INET bergerak stabil tanpa fluktuasi tajam.
Aktivitas perdagangan saham INET juga menunjukkan peningkatan signifikan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 8.986 kali dengan volume perdagangan mencapai 1.032.727 saham. Nilai transaksi menembus Rp 87,8 miliar, mencerminkan antusiasme pelaku pasar setelah saham ini kembali diperdagangkan secara normal.
BEI membuka suspensi saham dan waran INET secara serentak
Bursa Efek Indonesia secara resmi membuka suspensi saham INET di pasar reguler dan pasar tunai. Selain itu, BEI juga mengaktifkan kembali perdagangan waran seri PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET-W) di seluruh pasar. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada sesi I perdagangan 10 Desember 2025.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham dan waran INET sejak sesi I pada 4 Desember 2025. Otoritas bursa mengambil langkah tersebut sebagai bentuk perlindungan investor setelah saham INET mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat. Dengan dibukanya kembali suspensi, BEI menilai kondisi pasar telah lebih kondusif.
Penguatan IHSG memperkuat sentimen positif pasar saham
Seiring penguatan saham INET, kinerja pasar saham secara keseluruhan juga menunjukkan tren positif. Pada Rabu sore pukul 15.10 WIB, IHSG naik 0,32 persen ke posisi 8.682. Indeks LQ45 turut menguat 0,51 persen ke level 851, menandakan dominasi sentimen beli di pasar.
Sepanjang sesi kedua, IHSG bergerak di rentang 8.669,50 hingga 8.720,88. Sebanyak 251 saham mencatatkan kenaikan, sementara 445 saham melemah dan 106 saham bergerak stagnan. Total frekuensi transaksi pasar mencapai 2.962.700 kali dengan volume perdagangan 56,7 miliar saham dan nilai transaksi Rp 27,1 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan saham INET terjadi di tengah iklim pasar yang relatif positif. Investor memanfaatkan momentum pembukaan suspensi untuk kembali mencermati prospek saham INET dalam jangka pendek, sejalan dengan dinamika pasar modal Indonesia.
