Saham INET Ditutup Menguat 0,68 Persen Usai Suspensi Dibuka BEI
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menutup perdagangan dengan penguatan pada Rabu, 10 Desember 2025, setelah Bursa Efek Indonesia membuka kembali suspensi perdagangan saham perseroan. Penguatan ini menandai kembalinya minat investor terhadap saham INET usai periode penghentian sementara.
Pada akhir perdagangan, saham INET naik 0,68 persen ke level Rp 850 per saham. Sejak pembukaan, saham ini langsung bergerak naik dan bertahan di harga yang sama hingga penutupan. Kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga setelah sebelumnya mengalami lonjakan signifikan dalam waktu singkat.
Aktivitas Perdagangan Saham INET Meningkat Tajam
Seiring penguatan harga, aktivitas perdagangan saham INET juga meningkat. Sepanjang sesi perdagangan, saham INET tercatat diperdagangkan sebanyak 9.299 kali. Volume transaksi mencapai 1.054.296 saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 89,6 miliar.
Data perdagangan menunjukkan saham INET berada di level tertinggi sekaligus terendah di posisi Rp 850 per saham. Pergerakan yang relatif stabil ini mencerminkan respons pasar yang lebih terukur setelah suspensi dicabut oleh otoritas bursa.
Kinerja Saham INET Melonjak Signifikan Secara Bulanan dan Tahunan
Dalam perspektif jangka menengah, kinerja saham INET mencatatkan lonjakan tajam. Berdasarkan data Google Finance, harga saham INET melonjak 112,50 persen dalam satu bulan terakhir. Sementara itu, secara year to date, saham INET meroket hingga 1.064,38 persen.
Lonjakan tersebut sebelumnya mendorong Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham INET sebagai langkah perlindungan investor. Setelah suspensi dibuka kembali, saham ini tetap mampu mempertahankan penguatan di tengah pengawasan pasar.
Penguatan IHSG Menopang Sentimen Pasar Saham
Penguatan saham INET terjadi seiring kinerja positif pasar saham secara keseluruhan. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,51 persen ke posisi 8.700,92. Indeks LQ45 bahkan melonjak 1,05 persen ke level 856,95.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.668,60 hingga 8.720,88. Sebanyak 258 saham mencatatkan kenaikan, sementara 431 saham melemah dan 113 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 68,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 33,9 triliun.
Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 4,7 persen, diikuti sektor energi, basic, consumer siklikal, dan teknologi. Sebaliknya, sektor keuangan mencatat koreksi terdalam, disusul sektor transportasi, industri, kesehatan, dan properti.
