Bursa Saham Asia Pasifik Menguat Setelah The Fed Menurunkan Suku Bunga Acuan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025. Penguatan ini muncul setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, kembali memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya sepanjang 2025. Keputusan tersebut langsung mendorong sentimen positif di pasar global, termasuk kawasan Asia.
The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Langkah ini memperkuat keyakinan investor bahwa kebijakan moneter global memasuki fase yang lebih akomodatif. Selain itu, pasar menilai pemangkasan tersebut berpotensi menjadi langkah terakhir The Fed pada tahun ini.
Jerome Powell Menyampaikan Sinyal Kebijakan Lebih Hati-Hati
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan penurunan suku bunga menempatkan bank sentral AS pada posisi yang relatif nyaman. Ia menyatakan The Fed kini memiliki ruang untuk menunggu dan mengamati perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah lanjutan. Pernyataan tersebut memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter ke depan.
Powell juga mengakui kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih memberi tekanan terhadap inflasi. Namun, The Fed mulai mengalihkan fokusnya untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Indeks Saham Asia Bergerak Positif Seiring Optimisme Investor
Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak menguat tipis, sementara indeks Topix naik 0,36 persen. Sentimen positif juga mendorong pasar Korea Selatan, dengan indeks Kospi melonjak 0,51 persen dan Kosdaq naik 0,64 persen. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.602, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.540,78.
Sementara itu, indeks ASX 200 di Australia menguat 0,79 persen. Kenaikan di kawasan Asia Pasifik mencerminkan respons investor terhadap kebijakan The Fed yang dinilai mendukung aset berisiko dalam jangka pendek.
Keputusan The Fed Menggerakkan Pasar Keuangan Global
Selain memangkas suku bunga, The Fed juga mengumumkan kelanjutan pembelian obligasi pemerintah senilai 40 miliar dolar AS mulai Jumat. Kebijakan ini menekan imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek dan memperkuat likuiditas pasar.
Sejalan dengan itu, Wall Street mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones melonjak 1,1 persen, disusul kenaikan S&P 500 sebesar 0,7 persen dan Nasdaq Composite yang naik 0,3 persen. Kinerja positif Wall Street tersebut menjadi katalis tambahan bagi penguatan bursa saham Asia Pasifik.
