Skip to content
HargaSaham
Menu
  • Blog
  • Keuangan
  • Tentang Kami
  • Tips & Saran
  • Kebijakan Privasi
Menu

Bursa Saham Asia Melejit Setelah The Fed Turunkan Suku Bunga

Posted on 10/01/2026

Bursa Saham Asia Pasifik Menguat Setelah The Fed Menurunkan Suku Bunga Acuan

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025. Penguatan ini muncul setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, kembali memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya sepanjang 2025. Keputusan tersebut langsung mendorong sentimen positif di pasar global, termasuk kawasan Asia.

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Langkah ini memperkuat keyakinan investor bahwa kebijakan moneter global memasuki fase yang lebih akomodatif. Selain itu, pasar menilai pemangkasan tersebut berpotensi menjadi langkah terakhir The Fed pada tahun ini.

Jerome Powell Menyampaikan Sinyal Kebijakan Lebih Hati-Hati

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan penurunan suku bunga menempatkan bank sentral AS pada posisi yang relatif nyaman. Ia menyatakan The Fed kini memiliki ruang untuk menunggu dan mengamati perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah lanjutan. Pernyataan tersebut memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter ke depan.

Powell juga mengakui kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih memberi tekanan terhadap inflasi. Namun, The Fed mulai mengalihkan fokusnya untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Indeks Saham Asia Bergerak Positif Seiring Optimisme Investor

Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak menguat tipis, sementara indeks Topix naik 0,36 persen. Sentimen positif juga mendorong pasar Korea Selatan, dengan indeks Kospi melonjak 0,51 persen dan Kosdaq naik 0,64 persen. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.602, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.540,78.

Sementara itu, indeks ASX 200 di Australia menguat 0,79 persen. Kenaikan di kawasan Asia Pasifik mencerminkan respons investor terhadap kebijakan The Fed yang dinilai mendukung aset berisiko dalam jangka pendek.

Keputusan The Fed Menggerakkan Pasar Keuangan Global

Selain memangkas suku bunga, The Fed juga mengumumkan kelanjutan pembelian obligasi pemerintah senilai 40 miliar dolar AS mulai Jumat. Kebijakan ini menekan imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek dan memperkuat likuiditas pasar.

Sejalan dengan itu, Wall Street mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones melonjak 1,1 persen, disusul kenaikan S&P 500 sebesar 0,7 persen dan Nasdaq Composite yang naik 0,3 persen. Kinerja positif Wall Street tersebut menjadi katalis tambahan bagi penguatan bursa saham Asia Pasifik.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025

Recent Posts

  • Luhut Usul Struktur Baru Pejabat BEI-OJK ke Prabowo, Bos Bursa Buka Suara
  • 5 Keuntungan Investasi ORI029 di BRImo, Dijamin Negara & Mudah Diakses
  • Luhut soal Pertemuan dengan MSCI: Dia Bilang Bukan Hanya RI yang Nakal
  • IHSG Loyo ke Level 8.200 Jelang Libur Panjang
  • Laba UNVR Melonjak Tajam, SMDR Siapkan Ekspansi di Tengah Tekanan IHSG

Recent Comments

    Situs Terkait

    • Situs Berita - Beritakecelakaan : beritakecelakaan.id
    • Situs Berita - Hargasaham : hargasaham.id
    • Situs Berita - Beritapenipuan : beritapenipuan.id
    • Situs Berita - Hargasemen : hargasemen.com
    • Situs Berita - Esports : unequalledmedia.com
    • Situs Berita - Belikaca : belikaca.id
    • Situs Berita - Indonesiafashion : indonesiafashion.com
    ©2026 HargaSaham | Design: Newspaperly WordPress Theme